Deloo.id, Jakarta – Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David mengungkapkan jajarannya berhasil menggulung jaringan narkoba dari level home industry hingga sindikat internasional.
“Total 3,291 ton narkotika berhasil diamankan sepanjang tahun,” ucap David dalam paparan capaian akhir tahun di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Ia menyebut angka fantastis ini terdiri dari 874,94 kg sabu, 693,86 kg ganja, 644,95 kg tembakau sintetis (sinte), 67,7 kg sabu liquid, 111.200 butir ekstasi, serta berbagai jenis barang bukti lainnya.
Pengungkapan yang masif ini berujung pada penangkapan 9.894 tersangka. “Peran mereka mencakup 21 produsen, 1 bandar besar, 3.445 pengedar, dan 6.427 pengguna,” ujarnya.
Kombes David menegaskan bahwa temuan ini menjadi bukti bahwa peredaran narkoba di wilayah Polda Metro Jaya tidak hanya dikendalikan oleh pemain lokal, tetapi juga ditopang jaringan internasional.
“Pengungkapan ini menunjukkan bahwa kami tak pernah kompromi. Dari industri rumahan sampai sindikat Asia Tenggara dan Timur Tengah, semuanya kami sikat,” tegasnya.
Dalam paparannya, David menyoroti tujuh kasus besar yang menjadi sorotan sepanjang tahun, di antaranya pengungkapan home industry 612,6 kg tembakau sinte di Polres Tangerang Selatan.
Lalu penangkapan jaringan Sumatera Utara dengan barang bukti 143 kg ganja, 516 kg sabu jaringan Timur Tengah yang dibongkar di Bekasi, dan 8.500 pcs etomidate dari jaringan Asia Tenggara di Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Kemudian 17.500 butir ekstasi dari jaringan Asia Tenggara di Jakarta Pusat, home industry 3.230 kg ekstasi di Jakarta Pusat.
“Salah satu yang terbesar 103 kg sabu yang siap diedarkan untuk pesta narkoba malam tahun baru di Jakarta Barat,” David menjelaskan.
Menurutnya, berbagai operasi ini menunjukkan bagaimana Polda Metro Jaya secara konsisten menekan ruang gerak para pelaku, bahkan yang mencoba bersembunyi di kawasan padat penduduk sekalipun.
“Tak berhenti pada penindakan, Polda Metro Jaya juga memperkuat pencegahan dengan membentuk 32 Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba di berbagai wilayah,” lanjut David.
Program ini fokus membangun kesadaran, edukasi, dan pengawasan berbasis masyarakat agar peredaran narkoba dapat diputus hingga ke akar.
Dengan kombinasi pendekatan represif, preventif, dan kolaboratif, perang terhadap narkotika dipastikan akan semakin ketat pada tahun mendatang. (RDN)












