Deloo.id, Yahukimo – Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan Papua dengan mengawal jalannya proses demokrasi secara aman, tertib, dan bermartabat.
Pesan itu ditegaskan langsung oleh Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, saat mengomentari pelaksanaan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia pada Rabu (21/1/2026).
“Operasi Damai Cartenz hadir untuk memastikan Papua tetap aman dan damai. Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara, dan tugas kami menjaga agar ruang demokrasi berjalan tanpa konflik,” ujar Faizal.
Aksi dimulai dari kawasan Jam Kota Dekai, tempat sekitar 500 massa berkumpul sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo.
Massa melakukan long march dengan tertib, melintasi sejumlah ruas jalan utama, disertai satu kendaraan roda empat dan puluhan motor yang mengiringi barisan demonstran.
Setibanya di lokasi aksi, peserta menyampaikan aspirasi menolak militerisme, pendirian pos-pos militer, investasi skala besar, proyek strategis nasional, hingga rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Yahukimo.
Tuntutan disampaikan melalui orasi, pembacaan sikap, dan penyerahan dokumen resmi kepada DPRD.
Suara aspirasi itu datang dari berbagai elemen: mahasiswa, tokoh adat, pelajar, mama-mama Papua, hingga kelompok masyarakat sipil.
Pada pukul 13.15 WIT, perwakilan massa menyerahkan pernyataan sikap kepada Wakil Ketua I DPRD Yahukimo, Minggituk Kobak, S.Si.
“Kami menerima seluruh aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi langkah humanis aparat keamanan yang memastikan aksi berlangsung aman hingga selesai.
Selama aksi berlangsung, gabungan personel Polres Yahukimo, Brimob BKO Polda Papua, dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Seluruh rangkaian aksi berjalan tanpa gangguan kamtibmas.
Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino menuturkan bahwa Polri menghormati kebebasan berpendapat selama dilakukan sesuai ketentuan.
“Polri hadir untuk menjamin keamanan seluruh masyarakat. Penyampaian aspirasi secara damai kami hormati, dan pengamanan dilakukan untuk memastikan Yahukimo tetap kondusif,” ujarnya.
Setelah penyampaian aspirasi diterima, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Situasi dilaporkan aman, terkendali, dan kondusif hingga seluruh personel meninggalkan lokasi.
Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan komitmennya untuk terus hadir menjaga keamanan Papua sekaligus memberi ruang demokrasi yang sehat bagi masyarakat. (BYD)












