Di Hadapan Marc Marquez, Presiden Canangkan Indonesia Jadi Raja Sport Tourism Dunia

Deloo.id, Jakarta – Istana Merdeka mendadak bergetar oleh suara mesin imajiner MotoGP. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima langsung juara dunia MotoGP 2025 Marc Baby Alien Marquez, ditemani dua talenta muda kebanggaan Tanah Air, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat makna ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan bintang balap dunia, tetapi juga panggung Presiden untuk menegaskan visi besar menjadikan Indonesia sebagai poros sport tourism global sekaligus lumbung atlet kelas dunia.

 

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sport tourism bukan sekadar event olahraga, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, Sirkuit Mandalika adalah bukti nyata bagaimana olahraga dapat menyulut geliat ekonomi rakyat.

“Sport tourism harus ditingkatkan karena impact-nya bukan hanya untuk olahraga, tapi juga ekonomi,” tegas Prabowo melalui Menpora Erick Thohir, Rabu (1/10/2025).

Erick menambahkan, gelaran MotoGP di Mandalika terbukti mencetak dampak ekonomi hampir Rp 4,8 triliun, dengan tiket penonton yang hampir habis terjual. “Ini membuktikan Mandalika adalah magnet dunia,” ujarnya.

 

Tak berhenti di sport tourism, Prabowo juga menaruh perhatian khusus pada pembinaan atlet muda. Mario Aji dan Veda Ega Pratama yang kini berlatih di Barcelona, Spanyol, disebut sebagai contoh nyata generasi emas Indonesia yang harus diberi dukungan penuh.

 

“Presiden berharap atlet-atlet kita bisa terus berlatih dan bertanding di luar negeri. Kita ingin mereka tidak hanya jadi peserta, tapi juara,” jelas Erick.

 

Dalam momen bersejarah itu, Prabowo juga mengangkat isu perlindungan jangka panjang bagi atlet. Ia menginginkan adanya skema dana pensiun bagi atlet dan pelatih yang telah mengabdi dan mengharumkan nama bangsa.

 

“Pak Presiden senang dengan rencana dana pensiun. Ini bentuk penghargaan negara terhadap para pahlawan olahraga,” kata Erick.

 

Erick juga mengungkapkan tantangan unik Sirkuit Mandalika yang disebut para rider dunia bahkan Valentino Rossi sebagai lintasan penuh tantangan. Justru, hal itu membuat Indonesia punya ciri khas tersendiri dalam kalender MotoGP internasional.

 

“Mandalika ini bagus tapi sangat menantang. Para pembalap dunia, termasuk Marc Marquez, menganggapnya sebagai tantangan istimewa,” ungkap Erick.

 

Indonesia masih memiliki kontrak MotoGP di Mandalika hingga 2031. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat ekosistem balap motor nasional mulai dari event kelas dunia, infrastruktur, hingga lahirnya talenta masa depan.

 

Kehadiran Marquez di Istana, disandingkan dengan Mario Aji dan Veda, menjadi simbol transisi: dari bintang dunia ke calon-calon bintang baru Indonesia.

 

Dengan arah kebijakan Presiden Prabowo, masa depan sport tourism sekaligus kejayaan atlet Indonesia kian nyata, menjadikan negeri ini tak hanya tuan rumah, tapi juga pemain utama di panggung olahraga dunia. (Rdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *