Deloo.id, Lombok – Ducati Lenovo Team menegaskan diri sebagai penguasa absolut MotoGP 2025. Gelar demi gelar berguguran ke garasi merah kebanggaan Italia itu, usai mereka resmi mengunci triple crown menyapu bersih titel juara dunia pebalap, konstruktor, dan tim dalam satu musim yang nyaris sempurna.
Meski hanya memetik empat poin dari Sprint Race MotoGP Mandalika 2025, Sabtu (4/10), hasil itu sudah cukup untuk mengantar Ducati menegakkan bendera kemenangan di atas sirkuit kebanggaan Indonesia.
Marc Marquez finis keenam, sementara Francesco Bagnaia terpuruk di posisi ke-14. Namun, keunggulan 317 poin atas Gresini Racing di klasemen tim tak lagi terkejar dengan sembilan balapan tersisa.
Dominasi Ducati musim ini benar-benar brutal dan tak berbelas kasihan. Dari 13 kemenangan grand prix, 11 di antaranya dipersembahkan Marc Marquez ‘si gladiator’ yang menulis ulang sejarah pasca era Repsol dan dua kemenangan tambahan disumbangkan oleh sang tandem, Bagnaia, yang tetap menjadi ikon setia pabrikan Bologna.
Di sesi sprint, Ducati bahkan menggila, mencatat 15 kemenangan dan mencatatkan 37 poin nyaris di setiap seri.
“Musim ini adalah mahakarya. Semua elemen bekerja sempurna motor, tim, dan mentalitas juara,” ujar salah satu petinggi Ducati Corse dengan penuh kebanggaan di paddock Mandalika.
Gelar tim ini melengkapi kejayaan berlapis Ducati: sebelumnya Marc Marquez telah memastikan gelar juara dunia pebalap di Motegi, Jepang, dan gelar konstruktor sudah dikunci jauh sebelum itu.
Kini, Ducati berdiri di puncak dunia MotoGP 2025 sebagai imperium merah yang tak tergoyahkan, menatap race utama di Mandalika esok hari dengan penuh wibawa bukan sekadar memburu kemenangan, tapi mempertontonkan supremasi.
Dari Bologna ke Mandalika, dari aspal Eropa hingga tropis Indonesia Ducati adalah legenda yang hidup, dan 2025 adalah tahun merah yang tak terlupakan. (Rdn)












