Bjorka Bocorkan 341 Ribu Data Personel Polri ke Publik

Deloo.id, Jakarta – Dunia maya kembali geger! Sosok misterius yang dikenal dengan nama Bjorka kembali muncul ke permukaan dengan aksi yang mengguncang jagat siber Indonesia.

 

Kali ini, akun yang kerap menebar teror digital itu mengklaim telah membocorkan 341 ribu data personel Polri ke publik sebuah kebocoran data yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun 2025.

 

Aksi tersebut terungkap pada awal Oktober 2025, ketika akun yang mengatasnamakan Bjorka merilis database bertajuk ‘341K Indonesian National Police Personnel Database’ di sebuah situs gelap yang biasa digunakan untuk membagikan data hasil peretasan.

 

Hanya dalam hitungan jam, file tersebut menyebar luas di media sosial dan berbagai forum digital.

 

Dalam unggahannya, Bjorka mengklaim bahwa data yang ia bagikan berisi informasi pribadi anggota Polri mulai dari nama, pangkat, lokasi penugasan, hingga nomor telepon dan alamat email.

 

Namun, hasil pemeriksaan awal dari sejumlah pakar siber menunjukkan bahwa sebagian besar data tersebut kemungkinan merupakan arsip lama dari tahun 2016–2017, bukan data terbaru.

 

Meski begitu, kebocoran ini tetap menimbulkan gelombang kehebohan dan kekhawatiran publik. Kisruh ini semakin menarik karena muncul tak lama setelah penangkapan seorang pemuda berinisial WFT (22) oleh Polda Metro Jaya.

 

WFT sebelumnya mengaku sebagai pemilik akun @bjorka dan diduga terlibat dalam kasus manipulasi data bank. Polisi telah menyita sejumlah perangkat elektronik dari tangan WFT. Namun publik kembali dikejutkan saat akun ‘Bjorka’ yang asli kembali aktif dan membalas klaim tersebut dengan membocorkan data Polri seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya belum tersentuh hukum.

 

Menanggapi insiden ini, Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri bergerak cepat. Mereka membuka penyelidikan mendalam atas dugaan kebocoran data tersebut dan berkoordinasi dengan BSSN, BIN, serta PPATK untuk menelusuri sumber dan jalur distribusi data.

 

Polisi juga memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam peretasan ini.

“Kami akan menelusuri secara forensik digital. Apakah data itu benar hasil peretasan, data lama yang dimanipulasi, atau hasil repackaging oleh pihak tertentu. Semua sedang kami verifikasi,” ujar seorang sumber kepolisian yang enggan disebut namanya, Senin (6/10/2025).

 

Meski belum dapat dipastikan keaslian data yang beredar, para pakar keamanan siber menilai aksi Bjorka kali ini lebih bersifat simbolik dan provokatif, seolah menjadi pesan bahwa dirinya masih aktif dan mampu ‘menembus’ sistem sensitif negara.

Publik pun dibuat waswas. Kebocoran ini menambah daftar panjang insiden digital yang melibatkan institusi negara. Meski Polri menegaskan tengah memperkuat sistem keamanannya, kepercayaan publik terhadap keamanan data di instansi pemerintahan kembali dipertanyakan.

 

Apakah ini benar ulah Bjorka asli atau hanya manuver bayangan dari pihak lain? Satu hal pasti, dunia siber Indonesia kembali bergetar hebat. (Rdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *