BNN Gerebek Kampung Bahari, 18 Pengedar Diringkus

Deloo.id, Jakarta – Suasana Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara mencekam saat tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Brimob Polda Metro Jaya mengepung kawasan tersebut, Rabu (5/11).

Dalam operasi yang berlangsung dramatis itu, 18 orang pelaku diamankan dari dua titik yang disebut sebagai markas narkoba paling bandel di Jakarta Utara.

Operasi yang melibatkan 160 personel ini merupakan bagian dari ‘Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika’.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hadi Siahaan mengungkapkan tim gabungan menyisir setiap gang sempit, rumah kontrakan, dan lapak di sekitar rel kereta api yang diduga menjadi pusat transaksi barang haram.

“Dari penggerebekan ini, kami berhasil mengamankan 18 orang yang terindikasi kuat sebagai pengedar dan pengguna narkotika,” ujar Roy kepada wartawan kemarin.

Perlawanan Brutal Saat Penggerebekan  

Aksi penegakan hukum sempat diwarnai perlawanan sengit dari warga dan pelaku. Petugas diserang dengan busur panah, batu, hingga kembang api yang ditembakkan ke arah pasukan Brimob.

Meski begitu, tim BNN tetap berhasil menguasai situasi dan mengamankan lokasi dengan sigap.

Roy menegaskan operasi di Kampung Bahari bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan bagian dari upaya memulihkan kawasan rawan narkoba yang telah lama menjadi momok bagi warga Jakarta Utara.

“Ini bukan soal kriminalitas semata, tapi misi kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.

Barang Bukti Menggunung  

Dari penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti mencengangkan:

  1. Puluhan paket sabu siap edar seberat total lebih dari 100 gram,
  2. 25 butir ekstasi bergambar logo ‘Transformer’ dan ‘LV’,
  3. 38 gram ganja kering,
  4. Puluhan alat hisap (bong), timbangan digital, plastik klip, serta uang tunai sekitar Rp7 juta,
  5. Beberapa ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi narkotika.

“Temuan ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Kampung Bahari sangat terstruktur. Ada sistem, ada lapak, bahkan ada pengamanan tersendiri,” jelasnya.

Jaringan Masih Diburu

Meski 18 pelaku telah diamankan, BNN mengungkap bahwa masih ada beberapa target utama yang sedang diburu.

Indikasi kuat menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki koneksi lintas wilayah dengan pola distribusi berbasis komunitas lokal.

“Operasi tidak berhenti di sini. Kami masih kejar dalangnya,” Roy menuturkan.

Kampung Bahari, ‘Zona Merah’ Narkoba  

Kampung Bahari sejak lama dikenal sebagai salah satu zona merah narkoba di Jakarta Utara.

Sejumlah operasi besar sebelumnya pun sempat digelar, namun jaringan baru kerap muncul kembali dengan pola berbeda.

Warga sekitar berharap operasi kali ini bisa benar-benar membersihkan lingkungan mereka dari ancaman barang haram.

“Sudah sering digerebek, tapi masih saja ada. Mudah-mudahan kali ini tuntas,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *