RSUD Aceh Tamiang Lumpuh Total, 80 Anggota TNI Bantu Evakuasi

Deloo.id, Aceh Tamiang – RSUD Aceh Tamiang menjadi lokasi terparah dalam bencana banjir. Ruang demi ruang dipenuhi lumpur, alat medis rusak total, dan akses menuju rumah sakit tertutup puluhan kendaraan yang terseret arus.

Namun ketika situasi tampak tak lagi terkendali, Kodim 0117/Aceh Tamiang langsung mengerahkan 35 prajurit untuk membuka akses yang terkepung puluhan kendaraan hanyut.

Mobil-mobil yang terbanting arus itu tertumpuk di depan RSUD, menutup total jalur masuk. Dengan alat manual, tenaga penuh, dan kerja tanpa henti, prajurit TNI bersama warga menyingkirkan satu per satu bangkai kendaraan hingga akses utama akhirnya kembali terbuka.

Sebuah pemandangan dramatis yang menggambarkan betapa dahsyatnya banjir menerjang wilayah tersebut.

Setelah pintu akses terbuka, prajurit menemukan kondisi lebih mencengangkan. Seluruh ruangan RSUD dipenuhi lumpur tebal hingga 40 sentimeter.

Banyak alat medis rusak berat, ruang perawatan tak bisa digunakan, jalur evakuasi dalam tertutup, dan instalasi vital terendam lumpur

Rumah sakit yang biasanya menjadi jantung pelayanan kesehatan di Aceh Tamiang, kini tampak tersapu bencana besar.

Melihat kondisi yang sangat kritis, pada 5 Desember 2025, TNI langsung melakukan peningkatan kekuatan dari 35 menjadi 80 personel.

Tak hanya itu, TNI juga mengerahkan satu unit mobil Damkar untuk mempercepat proses penyemprotan lumpur dan pembersihan bangunan.

Aksi pembersihan berlangsung dari pagi hingga malam, dengan prajurit harus menghadapi lumpur, serpihan puing, dan kondisi bangunan yang belum stabil.

Meskipun rumah sakit lumpuh total, sejumlah pasien masih bertahan di lantai dua yang tidak terdampak banjir.

Namun pelayanan sangat terbatas karena banyak alat medis rusak, pasokan alat habis, dan fasilitas perawatan tidak berfungsi optimal.

Pihak rumah sakit dan TNI kini tengah mempertimbangkan opsi evakuasi besar-besaran ke Medan, namun akses transportasi belum sepenuhnya pulih dan masih menunggu stabilitas rute.

Situasi ini menciptakan dilema kemanusiaan yang harus segera diatasi. Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menegaskan bahwa TNI akan terus berada di lapangan hingga rumah sakit kembali mampu memberikan layanan vital.

“TNI berkomitmen penuh mendukung pemulihan layanan kesehatan. Pemulihan RSUD Aceh Tamiang adalah prioritas,” tegas Agung.

Dengan kerja keras tanpa kenal lelah, prajurit TNI berharap RSUD Aceh Tamiang segera beroperasi kembali, menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan dalam masa-masa sulit.

Pemulihan RSUD Aceh Tamiang adalah perlombaan melawan waktu. Banjir telah merusak, melumpuhkan, dan memporak-porandakan fasilitas kesehatan.

Namun dengan hadirnya 80 prajurit TNI, harapan kembali muncul. Kerja keras ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir bagi warganya, terutama saat bencana menghantam tanpa ampun. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *