Deloo.id, Jakarta – Suasana haru menyelimuti XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (8/12), ketika seluruh pemain dan kru film Qorin 2 menundukkan kepala mengenang sosok Epy Kusnandar, aktor senior yang karya-karyanya terus hidup meski ia telah berpulang.
Jumpa pers yang seharusnya penuh antusiasme itu berubah menjadi momen penghormatan besar ketika nama mendiang disebut menggetarkan ruangan, membangkitkan duka, sekaligus kebanggaan akan warisan seninya.
Epy Kusnandar, yang dalam film ini memerankan Pak Guru Guntur, menjadi pusat perhatian sebagai salah satu penampilan terakhirnya sebelum ajal menjemput.
Ia memerankan sosok guru tuna netra yang memegang kunci misteri cerita, sebuah karakter penuh kedalaman yang ia jalani dengan dedikasi ekstrem.
Produser Susanti Dewi tak mampu menahan gemosi saat mengenang rekannya itu. Air mata tertahan, nada suara pecah, dan ruangan mendadak hening.
“Kami semua kehilangan Kang Epy. Bukan hanya tim Qorin 2, tetapi seluruh insan perfilman kehilangan mentor, sahabat, dan pegiat akting yang sangat inspiratif,” ujar Susanti.
Ia melanjutkan bahwa bekerja dengan Epy adalah sebuah kehormatan langka.
“Saya merasa sangat beruntung beberapa kali berkolaborasi dengan beliau. Kang Epy sosok yang bersahaja, bertalenta luar biasa. Legenda yang karyanya akan terus hidup lintas generasi,” tuturnya.
Di balik layar, terkuak kisah mencengangkan mengenai kedisiplinan dan profesionalisme Epy. Istrinya, Karina Ranau, membeberkan bahwa riasan mata karakter Pak Guru Guntur sebenarnya bisa disiasati agar ia masih bisa melihat sedikit. Namun Epy menolak.
“Sebenarnya bisa dibuka sedikit supaya dia lihat kanan kiri. Tapi dia enggak mau,” ungkap Karina.
Epy meminta matanya ditutup total, benar-benar gelap sepanjang proses syuting.
“Dari jam 8 malam sampai jam 4 subuh, matanya tertutup rapat. Dia syuting dalam keadaan buta. Itu saking totalitasnya,” lanjut Karina.
Dedikasi itu membuat banyak rekan kerja terperangah. Komitmen Epy menjadi bukti bahwa karier panjangnya bukan sekadar perjalanan, melainkan pengabdian seni yang tak kenal batas.
Publik dapat menyaksikan salah satu karya pamungkas Epy Kusnandar melalui Qorin 2 yang tayang di bioskop mulai Kamis, 11 Desember 2025.
Film ini digadang sebagai persembahan terakhir seorang maestro akting kepada dunia perfilman Indonesia. Warisan seni Epy kini tak hanya hidup di layar, tetapi juga di hati para pecinta film Tanah Air. (RDN)












