Deloo.id, Jakarta – Pemerintah Republik Islam Iran kembali menegaskan garis merahnya terhadap upaya campur tangan asing yang mencoba memanfaatkan dinamika ekonomi dan sosial di Tehran sebagai alat tekanan politik.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Teheran menilai bahwa setiap bentuk hasutan, dukungan, atau fasilitasi aksi kekerasan di negara berdaulat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Iran menyebut upaya mengeksploitasi keresahan ekonomi rakyat sebagai dalih untuk melancarkan perang psikologis hingga ancaman militer sebagai tindakan yang mengoyak prinsip kemerdekaan dan integritas teritorial.
Teheran menilai pola ini bukan sekadar tekanan politik biasa, melainkan bagian dari skema destabilisasi terstruktur yang telah berulang selama bertahun-tahun.
Di tengah situasi yang memanas, aparat keamanan Iran diklaim tetap mengedepankan langkah proporsional dan berbasis hukum dalam menjaga ketertiban publik.
Meski menahan diri, beberapa insiden tragis tidak terhindarkan. Sejumlah warga serta petugas keamanan dilaporkan menjadi korban dari aksi kekerasan yang disebut Iran sebagai perbuatan elemen terorganisir dan teroris bayaran.
Namun, di balik tekanan itu, pemerintah Iran menyatakan tengah bergerak cepat merespons akar permasalahan ekonomi yang memicu gelombang aksi tersebut.
Teheran telah mengumumkan paket bantuan darurat, dialog intensif dengan serikat pekerja serta komunitas pasar, dan program peredam biaya hidup sebagai langkah pemulihan awal.
Iran menegaskan bahwa sanksi sepihak Amerika Serikat selama bertahun-tahun menjadi faktor langsung yang memperburuk tekanan ekonomi terhadap masyarakatnya.
“Dalam pandangan Teheran, kondisi ini bukan sekadar masalah domestik, tetapi bagian dari konfrontasi geopolitik yang menekan rakyat Iran secara sistematis,” tulis pernyataan resmi dari Kedubes Iran di Indonesia yang dikirim ke redaksi Deloo.id, Rabu (14/1/2026).
Meski begitu, Iran berulang kali menegaskan komitmennya pada dua prinsip utama yaitu menjaga hak warga untuk berunjuk rasa secara damai dan melindungi keamanan publik serta keselamatan jiwa dan harta benda.
Kedua prinsip itu, menurut Iran, akan terus dijalankan bersamaan tanpa kompromi dan sejalan dengan kewajiban internasional negara.
Menutup pernyataannya, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi terhadap perhatian media dan publik Indonesia. Iran berharap seluruh pemberitaan mengenai negaranya dapat disampaikan dengan perspektif yang adil, komprehensif, dan berbasis fakta, bukan narasi yang dipengaruhi kepentingan tertentu.
Teheran juga menegaskan bahwa hubungan Iran–Indonesia tetap berada dalam koridor persahabatan, saling menghormati, dan komitmen memperkuat perdamaian serta stabilitas di kawasan dan tingkat global. (RDN)












