Kemenhut–Pertamina Dorong Hutan Jadi Benteng Bencana

Deloo.id, Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Pertamina (Pertamina Foundation) untuk mengoptimalkan fungsi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Kerja sama ini diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta baru-baru ini.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, yang menilai kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam modernisasi tata kelola hutan sekaligus memperkuat ketahanan ekologis Indonesia.

“Pengelolaan hutan nasional harus bertransformasi dari reaktif menjadi preventif, adaptif, dan resilien terhadap risiko bencana,” ujar Wamenhut Rohmat Marzuki di kantornya.

Ia menegaskan bahwa KHDTK harus berkembang sebagai Center of Excellence, yaitu pusat unggulan pendidikan, riset kebijakan, serta inovasi teknologi kehutanan yang menghasilkan sumber daya manusia berkompeten.

Melalui kemitraan ini, BP2SDM akan menyiapkan sejumlah lokasi KHDTK untuk dikembangkan bersama Pertamina Foundation.

Beberapa program prioritas meliputi rehabilitasi lahan kritis dan kawasan rawan bencana, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar hutan, penguatan ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan, dan pengembangan model pendidikan lapangan dan teknologi lingkungan

Kolaborasi tersebut dinilai sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025–2029 dan agenda nasional pengendalian perubahan iklim.

Wamenhut menegaskan bahwa optimalisasi KHDTK menjadi sangat penting mengingat lebih dari 90 persen bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

Hutan yang berfungsi baik akan menjadi penyangga sistem hidrologi dan perisai alami terhadap bencana.

Dengan memperkuat KHDTK sebagai laboratorium alam, pemerintah berharap hadir model pengelolaan hutan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Pemerintah menegaskan Nota Kesepahaman ini harus menjadi fondasi platform inovasi jangka panjang, bukan sekadar seremoni.

“Kami ingin kerja sama ini menjadi model yang dapat direplikasi nasional untuk menjaga keberlanjutan hutan Indonesia,” tegas Wamenhut.

Kemitraan Kemenhut dan Pertamina Foundation ini diharapkan mempercepat transformasi sektor kehutanan, menjadikan hutan bukan hanya ruang konservasi, tetapi juga pusat pendidikan, inovasi energi hijau, dan benteng mitigasi bencana nasional. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *