Deloo.id, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial terkait kabar adanya ledakan dan klaim ratusan pekerja terjebak di area tambang bawah tanah.
Perusahaan memastikan bahwa seluruh informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menjelaskan bahwa video dan narasi yang beredar tidak menggambarkan kejadian luar biasa, melainkan dokumentasi penanganan teknis rutin yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan perusahaan.
“Tidak ada ledakan dan tidak ada karyawan yang terjebak. Kondisi teknis yang terlihat di video merupakan bagian dari penanganan normal yang sudah sesuai standar operasional, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja,” tegas Wisnu dalam keteramgan pers, Kamis (15/1/2026).
Antam memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional di area tambang berada dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada gangguan yang dapat membahayakan pekerja maupun proses produksi.
“Penanganan dilakukan sesuai prosedur, dan kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan. Seluruh aktivitas berjalan normal,” katanya.
Perusahaan, lanjut Wisnu, menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice di seluruh lini operasi.
Antam juga terus berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Di tengah maraknya penyebaran video dan unggahan yang menyesatkan, Antam mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Rujuklah pada pernyataan resmi perusahaan atau pihak berwenang,” Wisnu menuturkan. (RDN)












