Deloo.id, Makassar – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat menemukan lokasi jatuhnya pesawat kurang dari 24 jam setelah laporan kehilangan kontak diterima pada Sabtu (17/1/2026).
Temuan cepat ini menjadi penentu langkah dalam memaksimalkan golden time—periode krusial 72 jam pertama pencarian korban.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa kecepatan respons tim SAR gabungan menjadi modal penting dalam peluang penyelamatan.
“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Syafii kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Hingga hari ini tim berhasil menemukan dua korban: seorang laki-laki pada Minggu dan seorang perempuan pada Senin. Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa proses identifikasi korban sepenuhnya berada di bawah kewenangan instansi lain sesuai prosedur resmi.
Syafii memaparkan bahwa titik jatuhnya pesawat berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau, berupa tebing curam dengan posisi korban diperkirakan berada sekitar 500 meter dari puncak.
Kondisi tersebut menuntut teknik evakuasi khusus serta tingkat kehati-hatian yang tinggi. “Kabut tebal, medan terjal, dan perubahan cuaca yang cepat adalah tantangan terbesar yang menghambat operasi,” katanya.
Basarnas mengutamakan evakuasi jalur udara, namun upaya tersebut belum dapat dilakukan akibat jarak pandang yang hanya beberapa meter karena kabut pekat yang menyelimuti area.
“Evakuasi udara adalah prioritas, tetapi sampai sekarang belum memungkinkan. Karena itu, tim darat terus kami optimalkan,” tambahnya.
Tim rescue darat menjadi tulang punggung operasi. Personel yang terbiasa dengan kontur daerah terus menembus jalur ekstrem untuk mencapai titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.
Syafii menegaskan bahwa seluruh operasi dilakukan dengan orientasi kemanusiaan dan keselamatan personel.
“Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami memohon doa dari masyarakat agar operasi berjalan lancar dan aman,” Syafii menuturkan.
Basarnas memastikan operasi SAR akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, risiko medan, dan keselamatan tim, hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. (BYD)












