Deloo.id, Jakarta – Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Mantan bek tangguh Timnas Indonesia, Herman Pulalo, meninggal dunia pada Rabu (8/10/2025).
Kabar duka ini pertama kali menyebar di kalangan jurnalis olahraga melalui grup WhatsApp wartawan sepak bola nasional.
Penyebab meninggalnya sang legenda asal Papua tersebut karena serangan stroke yang sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengajar di salah satu sekolah sepak bola di Jakarta Selatan. Jenazah Herman Pulalo disemayamkan di rumah sakit sebelum dibawa ke Tanah Kusir, untuk dimakamkan.
“Meninggalnya sore karena stroke. Sempat dirawat di rumah sakit. Sorenya dikubur,” kata seorang tetangga dekat Almarhum Herman Pulalo kepada Deloo.id, Rabu (8/10/2025) malam.
Bek Tangguh dari Tanah Papua
Herman Pulalo lahir di Sentani, Papua, pada 1 April 1975. Ia merupakan saudara kandung dari Alexander Pulalo, yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia.
Karier sepak bolanya dimulai dari Persidafon Dafonsoro pada akhir 1980-an. Ketangguhan dan disiplin bermainnya membuat Semen Padang FC tertarik merekrutnya pada tahun 1994 langkah besar yang kemudian mengantarkan namanya ke pentas nasional.
Membela Merah Putih di SEA Games dan Kualifikasi Piala Dunia
Bersama Semen Padang, penampilan solid Herman menarik perhatian pelatih nasional. Ia pun dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1997 dan kualifikasi Piala Dunia 1998, termasuk saat menghadapi Uzbekistan.
Selama berseragam Garuda, Herman tercatat menorehkan 11 caps internasional sebuah pencapaian prestisius di era keemasan sepak bola Indonesia pada akhir 1990-an.
Karier Gemilang di Klub-Klub Besar
Di level klub, Herman Pulalo dikenal sebagai pemain yang loyal, keras, dan bermental baja. Ia sempat memperkuat sejumlah tim besar Tanah Air, meliputi Pelita Jaya (1997–1999), PSM Makassar (1999–2000), PSIS Semarang (2000), Persija Jakarta (2001–2003), Persib Bandung (2004), dan Arema Malang (2005–2009).
Bersama Arema, Herman menjadi sosok penting di lini pertahanan Singo Edan dan ikut mengantarkan timnya meraih berbagai prestasi di kancah nasional.
Berlanjut ke Dunia Kepelatihan
Usai gantung sepatu, Herman Pulalo tak meninggalkan dunia sepak bola. Ia menyalurkan pengalamannya sebagai pelatih di PS Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dan sukses membawa klub itu menjadi juara Liga 3 regional.
Setelah kontraknya berakhir pada April 2024, Herman fokus mengembangkan pemain muda di Jagadhita Academy, tempat ia aktif membimbing generasi baru pesepak bola Indonesia hingga akhir hayatnya.
Ucapan Duka Mengalir dari Pecinta Sepak Bola
Kabar kepergian Herman Pulalo sontak mengundang duka dari kalangan mantan pemain, pelatih, dan pecinta sepak bola nasional. Sosoknya dikenang sebagai bek tangguh, rendah hati, dan berdedikasi tinggi untuk Garuda.
Dunia sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik Papua, yang telah berjuang membawa nama bangsa di kancah internasional. (SAR)












