BKKBN: Bangun Ruang Aman Perempuan dari Keluarga

Deloo.id, Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) berkomitmen menghadirkan ruang aman bagi perempuan, dimulai dari keluarga.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji mengungkapkan fungsi perlindungan dalam keluarga harus menjadi fondasi utama pembangunan keluarga Indonesia, khususnya dalam menjamin rasa aman dan nyaman bagi perempuan.

“Kemendukbangga/BKKBN siap mendukung penuh terwujudnya ruang aman bagi perempuan. Salah satunya melalui kolaborasi Program GenRe (Generasi Berencana), yang mendorong pencegahan perkawinan anak, edukasi kesehatan reproduksi, serta pengaturan jarak kehamilan untuk menekan Angka Kematian Ibu,” ujar Wihaji saat audiensi, Rabu (21/1/2026).

Isu perlindungan perempuan dalam keluarga menjadi semakin mendesak seiring masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, AKI pasca persalinan tercatat mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup.

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menegaskan bahwa AKI kerap berkaitan erat dengan praktik perkawinan anak dan minimnya perlindungan perempuan dalam keluarga.

“Selain AKI, perempuan juga menghadapi risiko serius seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), femisida, hingga keterlibatan perempuan dalam pusaran radikalisme dan terorisme. Semua ini berakar dari kerentanan dalam keluarga,” jelas Maria.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Wihaji mendorong kerja sama yang lebih terstruktur melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendukbangga/BKKBN dan Komnas Perempuan.

MoU ini diharapkan menjadi payung kolaborasi teknis dalam membangun sistem perlindungan perempuan yang berkelanjutan.

Tak hanya di level kebijakan, kolaborasi juga diarahkan pada edukasi masyarakat dengan pendekatan siklus hidup.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, menambahkan bahwa BKKBN telah menyiapkan berbagai program penguatan keluarga.

“Kami memiliki Kelas Orang Tua Hebat serta Kelas Orang Tua Bersahaja (Bersahabat dengan Remaja) yang menyasar masyarakat dan kader. Edukasi ini menjadi kunci pencegahan kekerasan dan perlindungan perempuan sejak dini,” ungkapnya.

Sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Komnas Perempuan ini menegaskan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan benteng pertama perlindungan perempuan.

Dengan kolaborasi lintas lembaga dan penguatan edukasi, ruang aman bagi perempuan diharapkan tidak lagi menjadi wacana, tetapi nyata dirasakan di setiap rumah tangga Indonesia. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *