Deloo.id, Shanghai – Panas menyengat, kaki bermasalah, tubuh nyaris tumbang. Namun Novak Djokovic membuktikan lagi mengapa ia layak disebut ‘manusia besi’ dunia tenis.
Dalam duel dramatis di babak keempat Shanghai Open 2025, petenis Serbia itu bertarung selama 2 jam 41 menit melawan Jaume Munar sebelum akhirnya menang lewat pertarungan tiga set yang menegangkan.
Djokovic sempat muntah di pinggir lapangan, bahkan jatuh tersungkur setelah kalah di set kedua. Meski dalam kondisi fisik tertekan dan cuaca lembap ekstrem, ia tetap bangkit dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan heroik.
“Hari yang berat di kantor. Sangat menantang secara fisik,” tulis Djokovic yang dikutip dari media sosial, Rabu (8/10/2025). “Untungnya saya punya dukungan terbesar di dunia,” tambahnya.
Kondisi Brutal, Djokovic Tetap Tegar
Sepanjang pertandingan, Djokovic beberapa kali meminta perawatan medis karena masalah kaki, juga mengompres tubuhnya dengan handuk es untuk menahan panas yang luar biasa.
“Kondisinya brutal,” ujar Djokovic setelah pertandingan.
“Kelembapan 80 persen setiap hari, apalagi kalau bermain di siang hari dengan terik matahari. Itu benar-benar menguras tenaga. Tapi saya harus bertahan. Jaume bermain sangat baik dari awal,” ujar Djokovic.
Pertandingan ini menjadi simbol ketangguhan sejati. Di usia 38 tahun 4 bulan, Djokovic masih menunjukkan determinasi luar biasa bahkan memecahkan rekor Roger Federer sebagai pemain tertua yang lolos ke perempatfinal Masters 1000, melampaui catatan Federer di Shanghai 2019 (38 tahun 2 bulan).
Pecahkan Rekor, Mengejar Gelar ke-5
Dengan kemenangan ini, Djokovic melaju ke perempatfinal Shanghai Open untuk ke-11 kalinya dalam kariernya sebuah capaian yang luar biasa di usia senja karier.
Ia kini menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang masih bertahan di turnamen Masters 1000 tersebut. Jika berhasil meraih gelar kelima di Shanghai, Djokovic akan mematahkan rekor Federer sebagai raja hard court terbanyak di Open Era (71 gelar).
Selanjutnya, Djokovic akan menghadapi patenis Belgia, Zizou Bergs, dalam pertemuan perdana mereka di perempatfinal. (SAR)












