Jatisari Karawang Krisis Air Usai Lebaran, Warga Terpaksa Tampung Air di Ember: Aktivitas Lumpuh Total!

Deloo.id, Karawang – Krisis air bersih mendadak melanda warga Desa Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak H+3 Lebaran 2026. Kondisi ini mengejutkan warga karena baru pertama kali terjadi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir.

Kelangkaan air bersih tersebut membuat aktivitas harian masyarakat terganggu secara signifikan, mulai dari mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Salah satu warga, Meilin, mengaku kondisi ini sangat menyulitkan, terlebih terjadi setelah momen Lebaran yang identik dengan berkumpulnya keluarga besar.

“Biasanya setelah Lebaran, aktivitas di rumah justru meningkat karena banyak keluarga datang. Tapi sekarang air tidak ada, jadi semua kegiatan tertunda,” ujar Meilin kepada wartawan di rumahnya, Rabu (25/3/2026) dengan nada cemas

Aktivitas Rumah Tangga Lumpuh

Menurut Meilin, kelangkaan air ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tumpukan piring kotor dan pakaian yang belum dicuci mulai menumpuk karena keterbatasan air.

Situasi semakin pelik ketika sebagian warga mulai kembali beraktivitas kerja. Kebutuhan air meningkat, sementara pasokan belum juga normal.

“Sekarang sudah mulai masuk hari kerja. Air justru makin dibutuhkan, tapi sampai sekarang belum ada solusi,” keluh Meilin.

Warga Tampung Air, Harap Bantuan Datang

Di tengah kondisi tersebut, warga berinisiatif menyiasati keterbatasan air dengan mengumpulkan ember-ember besar di depan rumah masing-masing. Mereka berharap ada distribusi bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak terkait.

Pemandangan deretan wadah penampung air kini menjadi hal yang biasa terlihat di sepanjang permukiman warga Jatisari.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus harapan agar bantuan air bersih segera datang.

Harapan Warga: Respons Cepat Pemerintah dan PDAM

Meilin berharap pemerintah daerah bersama perusahaan air minum segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan ini.

Meilin menilai, krisis air bersih tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami hanya ingin ada kepastian. Jangan sampai ini berlarut-larut. Air itu kebutuhan utama, apalagi setelah Lebaran seperti ini,” tegas ibu satu anak itu.

Pemkab Karawang Turun Tangan

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kadin PUPR Karawang Rusman Kusnadi menyatakan telah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan penelusuran penyebab gangguan distribusi air.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan penyebabnya, apakah karena gangguan teknis atau faktor lain. Kami juga menyiapkan langkah darurat berupa distribusi air bersih bagi warga terdampak,” katanya.

PDAM Akui Gangguan Distribusi

Sementara itu, pihak PDAM Karawang mengakui adanya gangguan pada sistem distribusi yang menyebabkan pasokan air ke wilayah Jatisari terganggu.

Direktur PDAM Tirta Tarum Karawang Moh. Sholeh menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan perbaikan di lapangan untuk mempercepat pemulihan layanan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini tim teknis sedang bekerja untuk memperbaiki gangguan distribusi. Kami juga akan mengirimkan bantuan air bersih melalui mobil tangki ke wilayah terdampak,” jelas Sholeh.

PDAM menargetkan pasokan air dapat kembali normal dalam waktu dekat, sembari memastikan distribusi bantuan tetap berjalan.

Krisis yang Jadi Peringatan

Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi pengelolaan layanan air bersih di daerah. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat air merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, hingga hari ketiga krisis berlangsung, masyarakat masih bertahan dengan segala keterbatasan, menunggu solusi nyata dari pemerintah dan pihak terkait. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *