Deloo.id, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Suheri tiba-tiba lemas di sela–sela kesibukannya setelah mendapat informasi sebuah mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeruduk murid SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara pagi tadi.
Bagaimana tidak, insiden mendadak itu membuat 20 orang menjadi korban, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, memicu kepanikan para orang tua dan warga sekitar.
Oleh karena itu, Irjen Asep menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mengguncang dunia pendidikan itu.
“Semoga seluruh anak-anak yang menjadi korban segera mendapat perawatan terbaik dan pulih sepenuhnya,” ujar Asep yang memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secepat mungkin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto meneruskan arahan kapolda terkait tindakan Polda Metro Jaya untuk menginstruksikan jajaran membuka ruang darurat, rasa aman, dan dukungan psikologis bagi keluarga korban.
Polres Metro Jakarta Utara langsung membuka Posko Pelayanan Korban, sementara Tim Trauma Healing diterjunkan untuk menenangkan para siswa yang mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Di lapangan, penyelidikan tengah berlangsung. Tim TAA Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan olah TKP, menelusuri penyebab kendaraan bisa masuk hingga halaman sekolah.
Sementara itu, sopir GranMax telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalan kejadian tersebut mengakibatkan 5 pasien dirawat di RSUD Koja, 14 pasien dirawat di RSUD Cilincing, 2 orang rawat inap, 12 orang observasi dan rawat jalan, 1 pasien ditangani di Puskesmas dan telah dinyatakan pulang.
Kecelakaan ini sontak mengundang perhatian publik. Beragam informasi sempat berseliweran di media sosial. Karena itu, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing kabar yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat selektif dalam menerima informasi. Polda Metro Jaya akan terus memberikan update resmi terkait insiden ini,” tegas Bhuher sapaan akrab Bhudi Hermanto.
Insiden di SDN Kalibaru 01 Pagi menjadi pengingat keras bahwa keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas mutlak, dan penyelidikan yang tengah berjalan diharapkan mampu mengungkap penyebab insiden secara terang benderang. (RDN)












