Deloo.id, Makassar – Di tengah cuaca tak menentu dan medan pegunungan yang nyaris vertikal, tim SAR gabungan kembali mencatat capaian penting korban kedua berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung di salah satu titik tersulit sejak operasi dimulai.
‘Sore ini, tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit. Korban kedua, seorang perempuan, berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif dalam keterangan pers, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, karakter geografis lokasi jatuhnya pesawat merupakan tantangan besar tebing terjal, lembah sempit, batuan labil, hingga jarak pandang yang terus berubah akibat hujan deras dan kabut tebal.
Arif menjelaskan bahwa evakuasi korban kedua harus dilakukan dengan teknik vertical rescue dan peralatan khusus. Prosesnya dimulai dari dasar lembah, kemudian jenazah diangkat secara bertahap menuju puncak tebing.
“Koordinasi lintas unsur harus sangat ketat. Seluruh pergerakan menggunakan alat khusus dan pengamanan berlapis. Saat ini korban sedang dibawa menuju Posko Tompobulu, sebelum diserahkan kepada tim DVI,” tegasnya.
Operasi SAR ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Sulawesi Selatan. Total 1.075 personel dikerahkan dari berbagai instansi dan komunitas.
Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan dan pecinta alam, unsur medis, serta masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Dukungan peralatan pun diperkuat, mulai dari helikopter evakuasi, pesawat intai, drone thermal, hingga peralatan mountaineering untuk menjangkau medan ekstrem.
“Ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Prioritas kami tetap sama: menemukan seluruh korban dengan memastikan keselamatan setiap personel,” Arif mengungkapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR masih terus dilakukan di sejumlah sektor prioritas. Pergerakan tim sangat bergantung pada kondisi cuaca, jarak pandang, serta kestabilan medan di Pegunungan Bulu Saraung.
Petugas memastikan bahwa seluruh perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala. (BYD)












