Deloo.id, Jakarta – Lonjakan kendaraan, peningkatan kecelakaan, hingga terobosan baru pengurai kemacetan dipaparkan langsung Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin.
“Jumlah kendaraan di wilayah Polda Metro Jaya kini telah menyentuh angka fantastis, yakni 25.072.585 unit,” kata Komarudin dalam paparannya dalam rilis akhir tahun di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Ia mengubgkapkan pertumbuhan kendaraan penumpang juga terbilang signifikan dengan penambahan 902.289 unit dalam setahun terakhir. Kondisi ini membuat Jakarta bergerak semakin padat dan menantang.
Tak hanya volume kendaraan, data kecelakaan pun menunjukkan peningkatan. Kamera ETLE mencatat tambahan pelanggaran dan kecelakaan yang cukup mencolok.
“Total, terdapat 654.375 pelanggaran yang ditindak melalui ETLE statis, ETLE mobile, tilang manual, hingga teguran langsung,” ujarnya.
Dari seluruh kecelakaan tersebut, lanjut Komarudin, sepeda motor menjadi kendaraan paling dominan dengan 186.855 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya. Mobil penumpang berada di posisi kedua dengan 102.113 kejadian.
Dalam menghadapi kondisi lalu lintas yang semakin kompleks, Ditlantas Polda Metro Jaya menghadirkan inovasi bernama Mandala Quick Respon, sebuah program yang memungkinkan kehadiran personel kepolisian secara cepat di titik-titik darurat.
“Aplikasi ini menjadi senjata baru yang mempercepat penanganan kecelakaan dan gangguan lalu lintas.
Komarudin menambahkan bahwa sebanyak 47 ambulans telah tergabung dalam sistem tersebut, memperkuat kecepatan respons pada kejadian yang membutuhkan penanganan medis cepat.
Beberapa titik rawan kemacetan seperti depan Hotel Mangkuluhur dan ruas Jalan Jenderal Sudirman berhasil diurai melalui koordinasi cepat dan pemanfaatan teknologi lapangan. Dalam waktu bersamaan, Ditlantas juga memperkuat layanan digital seperti E-BPKB, penambahan gerai samsat, serta penyempurnaan sistem registrasi kendaraan.
Tak berhenti di situ, Ditlantas bersama komunitas ojek online turut menggelar pelatihan PPGD secara berkala guna meningkatkan kemampuan pertolongan pertama pada kecelakaan. Sementara untuk menyambut malam pergantian tahun, konsep rekayasa lalu lintas khusus tengah disiapkan agar arus kendaraan tetap aman dan terkendali.
Melalui inisiatif ini, Komarudin menegaskan bahwa Mandala Jaya menjadi fondasi pembentukan budaya berkendara yang lebih sadar, tertib, dan beretika di masyarakat. (RDN)












