Mirra Andreeva Menangis Tersingkir dari Wuhan Open 2025

Deloo.id, Wuhan – Mirra Andreeva, bintang muda sensasional asal Rusia, harus menelan pil pahit setelah tersingkir di laga perdananya pada Wuhan Open 2025.

Petenis berusia 18 tahun itu, yang datang sebagai unggulan kelima, semula diunggulkan untuk melaju jauh.

Namun, kejutan besar terjadi ketika ia dikalahkan oleh Laura Siegemund, petenis veteran asal Jerman berusia 37 tahun, dalam pertarungan tiga set dramatis: 7-6, 3-6, 4-6.

Andreeva sempat memenangi set pertama melalui babak tiebreak, namun kehilangan momentum di dua set terakhir.

Dalam satu momen memilukan, ia gagal melakukan volley mudah di depan net kesalahan yang membuatnya menangis di kursi pemain dengan handuk menutupi wajah.

Tangis Kekecewaan Sang Bintang Muda

Momen tersebut menjadi simbol frustrasi Andreeva atas penampilan yang jauh dari ekspektasi. Kamera menyorot wajahnya yang berlinang air mata, memperlihatkan sisi rapuh dari petenis yang selama ini dikenal kuat dan bermental baja.

“Anda tidak bisa memenangkan setiap pertandingan yang Anda mainkan. Kekalahan itu bagian dari perjalanan. Tapi ketika Anda sudah begitu dekat dengan kemenangan, rasanya memang lebih menyakitkan,” ujar Andreeva saat dikutip dari The Mirror, Rabu (8/10/2025).

Meskipun kalah, Andreeva tetap menunjukkan kedewasaan luar biasa untuk usianya yang masih belia. Ia mengaku akan belajar dari kekalahan ini dan bertekad bangkit lebih kuat di turnamen berikutnya.

Rentetan Kekalahan Mengejutkan

Wuhan bukan satu-satunya kemunduran bagi Andreeva dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, ia juga tersingkir di China Open (Beijing) kalah di babak keempat dari Sonay Kartal (Inggris).

Kemudian US Open – disingkirkan oleh petenis tuan rumah Taylor Townsend di babak ketiga. Canadian Open (Montreal) – kalah dua set langsung dari McCartney Kessler (AS).

Namun, di balik performa yang menurun, fakta tetap berbicara: dua dari tiga gelar WTA Andreeva musim ini datang dari turnamen bergengsi level 1000, yakni Dubai dan Indian Wells.

Dengan usia yang baru 18 tahun, bintang masa depan tenis wanita ini masih memiliki banyak waktu untuk bangkit dan membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar sensasi sesaat. (SAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *