‘Para Perasuk’ Meledak di Sundance, Wregas Raih Standing Ovation

Deloo.id, Jakarta – Film terbaru garapan sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk (Levitating), resmi mencatat sejarah di panggung festival film independen terbesar di dunia, Sundance International Film Festival 2026.

Dalam world premiere yang digelar pada 24 Januari 2026 waktu Amerika Serikat, film produksi Rekata Studio itu disambut meriah hingga menuai standing ovation dari para penonton.

Tak hanya meriah, Para Perasuk juga menjadi film Indonesia pertama dalam 13 tahun terakhir yang berhasil menembus program bergengsi World Cinema Dramatic Competitionsalah satu kategori paling prestisius di Sundance.

Produser film, Iman Usman, menyebut penayangan perdana di Sundance sebagai awal perjalanan global Para Perasuk.

“Kami memulai langkah pertama ‘Para Perasuk’ di Sundance dengan penuh semangat. Harapannya film ini bisa bertemu dengan lebih banyak penonton di berbagai negara,” ujar Iman dalam keterangan pers belum lama ini.

Film ini dibintangi deretan nama besar: Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan turut menghadirkan Anggun, penyanyi berskala internasional yang kini kembali ke layar peran.

Dalam Para Perasuk, Wregas mengeksplorasi perjalanan obsesif seorang pemuda bernama Bayu yang ingin menjadi perantara roh, di tengah ancaman misterius yang datang menghantui desanya.

Dengan gaya visual khasnya, Wregas menampilkan fenomena kerasukan sebagai pengalaman sosial yang melekat dalam keseharian, bukan sebagai komoditas horor semata.

“Kerasukan dan ritual sambetan di film ini saya tampilkan sebagai pengalaman komunal, momen ketika masyarakat keluar dari rutinitas dan terhubung kembali satu sama lain,” jelas Wregas.

Ia mengaku bersyukur filmnya diterima hangat oleh audiens internasional. Film ini tak hanya memikat penonton, tetapi juga mendapat apresiasi kritis. Screen Daily, media film internasional ternama, memberikan ulasan positif dan menyoroti penampilan Anggun.

“Kisah quasi-coming-of-age yang energetik dari Wregas Bhanuteja ini memberikan pencerahan dan kecerdasan artistik. Anggun tampil memukau,” tulis Screen Daily.

Penonton umum pun tak kalah antusias. Sejumlah komentar dari platform Letterboxd menyebut film ini sebagai ‘jenius’, ‘memukau’ dan ‘harus ditonton di bioskop’.

Sundance International Film Festival tahun ini menerima 16.201 film submissions dari 164 negara, termasuk 2.579 film panjang internasional. Dari angka itu, Para Perasuk berhasil masuk ke jajaran 10 film yang bersaing di World Cinema Dramatic Competition.

Ini bukan debut Wregas di Sundance. Film pendeknya Tak Ada yang Gila di Kota Ini pernah berkompetisi pada 2020 untuk kategori International Narrative Short Films.

Setelah sukses mencuri perhatian dunia, Para Perasuk dijadwalkan segera tayang di bioskop Indonesia. Antusiasme publik tanah air sudah mulai terlihat setelah kabar standing ovation dan pujian kritikus internasional meluas di media sosial.

Film ini menjadi salah satu karya Indonesia yang paling ditunggu tahun 2026, sekaligus membuka babak baru kiprah film nasional di festival kelas dunia. (BTG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *