Pengantin di Kulon Progo Viral Naik Mobil Dinas Wakil Bupati

Deloo.id, Kulonprogo – Sebuah video memperlihatkan sepasang pengantin di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, naik mobil dinas milik Wakil Bupati untuk mengantarkan mereka ke lokasi pernikahan.

Video tersebut sontak menjadi viral dan memicu perdebatan hangat di media sosial. Identitas sejoli itu belum diketahui.

Dalam video yang beredar di Instagram dan Facebook sejak akhir Oktober 2025 itu, tampak mobil dinas berpelat merah dengan emblem resmi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo digunakan sebagai kendaraan pengantin yang dihias elegan dengan pita putih dan bunga segar.

Tak hanya itu, warganet dibuat terkejut setelah muncul narasi bahwa bensin dan sopir mobil dinas tersebut juga difasilitasi oleh pihak Pemkab.

Sontak kolom komentar di berbagai platform media sosial pun meledak, sebagian warga menilai langkah itu unik dan inspiratif. Tapi tak sedikit yang menilai penggunaan aset negara untuk kepentingan pribadi tidak pantas.

“Wah, luar biasa! Baru kali ini ada pengantin yang benar-benar merakyat tapi tetap elegan,” tulis salah satu warganet di kolom komentar Instagram.

“Tapi kok ya mobil dinas dipakai nikahan? Ini aset negara, lho!” tulis warganet lainnya dengan nada heran.

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kulon Progo, Dwi Handoko, akhirnya buka suara.

Ia menegaskan bahwa peminjaman mobil dinas tersebut bukan tindakan ilegal dan telah melalui mekanisme izin resmi.

“Benar, mobil dinas Wakil Bupati sempat digunakan dalam acara pernikahan warga Kulon Progo. Namun peminjaman dilakukan dengan seizin Wakil Bupati dan atas dasar permohonan resmi warga yang bersangkutan,” jelas Dwi Handoko saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).

“Tidak ada pelanggaran. Ini bentuk kepedulian dan solidaritas, apalagi pengantin tersebut adalah warga setempat dengan kondisi ekonomi terbatas,” tambahnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat insidental dan berbasis kemanusiaan. Wakil Bupati disebut ingin menunjukkan bahwa fasilitas negara bisa turut hadir membantu masyarakat dalam momen bahagia, selama tetap dalam koridor aturan.

Namun, sejumlah pengamat tata kelola pemerintahan mengingatkan pentingnya batas etika penggunaan aset publik.

Pengamat kebijakan publik dari UGM, Dr. Hermawan Santoso, mengatakan bahwa kebijakan semacam ini perlu hati-hati agar tidak menimbulkan preseden buruk.

“Meski niatnya baik, penggunaan kendaraan dinas untuk acara pribadi seharusnya tetap mengacu pada aturan. Publik perlu transparansi agar tidak menimbulkan kesan pilih kasih,” ujarnya.

Kini, video pengantin tersebut terus viral di berbagai platform media sosial dan sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di TikTok dan Instagram.

Tak sedikit warga yang kemudian bercanda, berharap bisa ikut ‘pinjam’ mobil dinas pejabat untuk momen bahagia mereka. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *