Polri ‘All Out’ Perangi Hedonisme, Dilarang Pamer Mewah

Deloo.id, Jakarta – Polri kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah institusi dan memulihkan kepercayaan publik dengan melarang seluruh anggotanya serta keluarga mereka memamerkan gaya hidup mewah alias hedonisme.

 

Seruan keras ini disampaikan sebagai bagian dari reformasi internal menuju tubuh Polri yang lebih berintegritas, rendah hati, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

 

Dalam imbauan resmi yang dirilis pada Senin (6/10/2025), jajaran Polri menekankan bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari ketulusan dan empati dalam melayani rakyat.

 

Pesan ini menegaskan bahwa citra polisi tidak boleh ternoda oleh perilaku pamer harta di dunia nyata maupun media sosial.

 

“Kepercayaan publik adalah aset tertinggi kami, dan itu harus kami rawat dengan integritas  baik di dalam maupun di luar jam dinas,” tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan resmi di akun IG @polresmetrojakartapusat, Senin (6/10/2025).

 

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri tidak akan mentolerir sikap hedon di kalangan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP). Aparat dan keluarga mereka diminta untuk menampilkan kesederhanaan, bukan kemewahan.

 

Adapun poin-poin penting yang menjadi penegasan utama antara lain dilarang memamerkan barang-barang mewah, dilarang mengunggah gaya hidup glamor di media sosial, diwajibkan menunjukkan empati dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun ‘Polri yang membumi’ lembaga penegak hukum yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga berjiwa sosial, merakyat, dan peka terhadap penderitaan masyarakat.

 

Langkah ini disambut positif oleh publik, yang selama ini menyoroti perilaku sebagian oknum aparat yang kerap memamerkan kemewahan di media sosial. Kini, dengan kebijakan baru ini, Polri ingin mengembalikan marwah sebagai pelindung dan pengayom rakyat, bukan simbol kemegahan.

 

“Polri bukan tempat untuk pamer kekayaan, tapi untuk pamer ketulusan,” ujar seorang sumber kepolisian menegaskan.

 

Dengan larangan ini, Polri menegaskan satu pesan penting: menjadi abdi negara bukan tentang seberapa mahal yang dimiliki, tetapi seberapa tulus melayani. (Rdn).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *