Deloo.id, Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) resmi membuka babak baru kebangkitan olahraga selam nasional melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang digelar di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).
Agenda strategis ini menjadi momentum penting bagi POSSI untuk memperkuat diplomasi prestasi dan menyiapkan atlet menghadapi peta persaingan internasional yang semakin ketat.
Rakernas perdana di bawah kepengurusan baru ini dihadiri Pengurus Provinsi POSSI dari seluruh Indonesia, Komite Eksekutif Indonesia Olympic Committee (IOC) yang juga eks-judoka nasional Krisna Bayu, serta Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno. Kehadiran sejumlah tokoh olahraga nasional menandakan besarnya ekspektasi terhadap arah baru yang dibawa PB POSSI.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB POSSI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menyebut Rakernas sebagai ‘ruang strategis untuk merumuskan lompatan besar prestasi atlet selam Indonesia’.
Menurutnya, era baru olahraga selam membutuhkan pendekatan yang lebih modern, terukur, dan selaras dengan perkembangan teknologi olahraga dunia. Itu sebabnya, pembinaan atlet ditempatkan sebagai prioritas utama dalam Rakernas kali ini.
“Kita ingin atlet-atlet selam Indonesia kembali disegani, bukan hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di panggung dunia,” tegas Makhruzi di Hotel Orchardz Industry, Jakarta Pusat.
Ia menekankan pentingnya pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta standarisasi sistem latihan berbasis sport science agar atlet dapat bersaing di kejuaraan dunia, World Underwater Federation (CMAS), hingga multi-event internasional.
Dalam sidang pleno perdana yang digelar sore hari, POSSI mulai menyusun roadmap prestasi jangka panjang yang mencakup pembinaan atlet berbasis sport science, pemetaan talenta nasional, peningkatan kompetisi daerah, penguatan training center berstandar internasional, dan kolaborasi dengan IOC, KONI, dan federasi selam dunia, strategi masuk ekshibisi internasional untuk memperluas pengakuan olahraga selam Indonesia
Roadmap ini ditujukan bukan hanya mengejar medali, tetapi membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Rakernas POSSI 2026 mengupas tuntas tiga bidang utama yang dianggap krusial untuk kebangkitan prestasi. Pertama pembinaan prestasi yang membahas pola latihan, kalender kompetisi nasional, serta standardisasi pelatih dan wasit.
Kedua, organisasi dan umum terkakt transformasi tata kelola organisasi demi memperkuat manajemen prestasi dan transparansi. Ketiga, keinstrukturan guna meningkatkan kualitas instruktur dan penyelam bersertifikasi sebagai fondasi prestasi atletik.
Makhruzi menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat berjalan jika hanya ditopang pengurus pusat. Karena itu, PB POSSI meminta setiap pengurus provinsi memperbaiki sistem pembinaan di daerahnya masing-masing.
“Atlet hebat lahir dari ekosistem daerah yang kuat. Pusat tidak mungkin bekerja sendirian,” ujar Sekretaris BNPP itu.
Ia mengingatkan agar seluruh pengurus meninggalkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi.
Dengan mengusung tema ‘Satu Arus Satu Prestasi: Transformasi POSSI Menuju Keunggulan Prestasi Atlet, Organisasi Profesional, dan Kepemimpinan Bahari Berkelanjutan,’ Rakernas ini tidak hanya membahas prestasi kompetitif.
POSSI juga mengangkat isu penting pelestarian laut dan pengembangan wisata bahari sebagai komponen pembinaan jangka panjang.
Menutup rangkaian pembukaan, Makhruzi kembali menegaskan visi besar POSSI. “Kami ingin menjadikan olahraga selam Indonesia sebagai kekuatan dunia: unggul, inovatif, profesional, dan membawa nama Indonesia ke puncak prestasi internasional,” ia menuturkan.
Rakernas ini menjadi titik awal bagi era baru olahraga selam Indonesia era ketika prestasi atlet kembali menjadi wajah kejayaan olahraga bahari Tanah Air. (BYD)












