Prabowo di London: Bertemu Raja Charles Hingga Russell Group

Deloo.id, Jakarta – Pemerintah Inggris mengungkap agenda penuh Presiden Prabowo Subianto selama kunjungannya ke London, yang disebut akan menjadi salah satu lawatan paling strategis bagi hubungan bilateral Indonesia–Inggris dalam satu dekade terakhir.

Hal itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dalam sesi wawancara bersama media.

Dubes Dominic Jermey menyebut Presiden Prabowo memandang London sebagai ‘rumah kedua’, sehingga pertemuan yang dijadwalkan berlangsung akan mencakup berbagai sektor strategis.

“Dalam agenda resmi, Presiden akan bertemu dengan Yang Mulia Raja Charles,” ujar Jermey dalam video wawancara yang diterima redaksi Deloo.id, Senin (19/1/2026).

Selain audiensi dengan Raja, lanjut Jermey, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan penting dengan para wakil rektor universitas terkemuka Inggris yang tergabung dalam Russell Group.

“Fokus pembahasannya terkait pembukaan kampus Russell Group di Indonesia, sebuah lompatan besar untuk transformasi pendidikan tinggi nasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, Presiden juga akan bertemu pelaku bisnis besar Inggris, organisasi internasional, dan investor Indonesia yang mengincar pasar Inggris.

Salah satu agenda yang cukup menonjol adalah kehadiran Presiden Prabowo dalam sebuah forum konservasi yang membahas keberlanjutan lingkungan dan pemulihan mata pencaharian masyarakat di Aceh.

“Isu yang dibahas meliputi konservasi gajah Sumatra, dukungan jangka panjang filantropi internasional, dan pendanaan untuk taman nasional Indonesia,” Jermey menuturkan.

Menurut Jermey, agenda ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Inggris terhadap keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Inggris menegaskan bahwa kunjungan Prabowo juga menjadi momentum penting peluncuran Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia, sebuah payung kerja sama baru yang disepakati dalam pertemuan Prabowo–PM Keir Starmer sebelumnya.

Kemitraan ini mencakup empat pilar utama pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, masyarakat dan sosial, iklim, energi, dan alam.

“Ini dokumen utama yang menjadi fondasi hubungan kedua negara dalam jangka panjang,” ujar Jermey.

Menjelang kehadiran PM Starmer di World Economic Forum (WEF) Davos, Jermey menyebut ada kemungkinan isu-isu dari Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris akan ikut menjadi sorotan.

“Pertumbuhan ekonomi akan menjadi salah satu fokus utama. PM Starmer akan menekankan bagaimana Inggris dapat bekerja sama dengan Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang menantang,” jelasnya.

Isu stabilitas global, ketahanan ekonomi, dan peluang investasi akan menjadi tiga pokok utama yang dibawa ke forum internasional tersebut.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris dipandang sebagai langkah penting memperkuat posisi Indonesia di kancah global, membangun kepercayaan investor, serta membuka babak baru kerja sama strategis dengan Inggris dalam sektor pendidikan, ekonomi, pertahanan, dan konservasi lingkungan. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *