Sembilan Relawan Peace Corps Asal US Dilantik di Surabaya

Deloo.id, Jakarta – Sembilan relawan Peace Corps resmi dilantik dalam sebuah upacara khidmat di Konsulat Jenderal AS Surabaya sebagai duta kemanusiaan.

Kedatangan mereka menambah daftar hampir 600 warga Amerika yang telah mengabdi di Indonesia sejak program ini diaktifkan kembali pada 2010.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Heather Merritt, yang menegaskan bahwa relawan Peace Corps bukan sekadar pengajar biasa.

“Mereka adalah diplomat warga hidup dan bekerja bersama masyarakat tuan rumah, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat yang menjadi inti kemitraan strategis AS–Indonesia,” kata Heather dalam pidato yang menggema di ruang pelantikan.

Kesembilan relawan ini baru saja menuntaskan 11 minggu pelatihan intensif di Desa Leminggir dan Seduri, Jawa Timur mulai dari pendalaman bahasa Indonesia, adaptasi budaya, hingga pelatihan teknis pengajaran Bahasa Inggris.

Pelatihan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling ketat dalam sejarah Peace Corps Indonesia itu mempersiapkan mereka menghadapi penugasan dua tahun di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Direktur Peace Corps Indonesia, Brian Gleeson, memberikan penghormatan khusus kepada warga dua desa yang menjadi tuan rumah selama pelatihan.

“Keramahan masyarakat Leminggir dan Seduri bukan hanya membentuk kesiapan para relawan—tetapi memberi mereka pemahaman nyata tentang nilai-nilai Indonesia yang akan menjadi kompas dalam tugas mereka,” ujar Brian.

Dalam penugasan nanti, setiap relawan diwajibkan mengajar minimal 20 jam per minggu, mendampingi guru bahasa Inggris, serta memimpin beragam kegiatan klub bahasa Inggris, program literasi, kamp kepemimpinan pemuda, hingga pelatihan guru tingkat kecamatan.

Salah satu relawan yang baru dilantik, Rosalina Macon dari Carolina Selatan, tak mampu menyembunyikan antusiasmenya.

“Kami disambut dengan kehangatan luar biasa. Bahasa, budaya, dan keramahan Indonesia membuat kami siap menjalankan tugas. Saya tidak sabar bekerja bersama rekan-rekan Indonesia,” Rosa menambahkan.

Dalam tradisi khas Peace Corps, para relawan akan tinggal bersama keluarga angkat di komunitas masing-masing ikut merasakan kehidupan lokal, menghadiri kegiatan masyarakat, hingga menjadi bagian dari denyut sosial wilayah penugasan.

Seperti biasa, mereka tidak menerima gaji, menegaskan bahwa seluruh pengabdian dilakukan murni sebagai komitmen kemanusiaan.

Kehadiran gelombang relawan baru ini kembali menegaskan eratnya hubungan pendidikan dan kemasyarakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat sebuah jembatan persahabatan yang terus diperkuat dari generasi ke generasi. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *