Deloo.id, Jakarta – Ibu Kota bersiap menghadapi gelombang besar arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Meski saat ini aliran kendaraan menuju Jakarta masih terpantau landai, Polda Metro Jaya memperkirakan kedatangan volume kendaraan yang kembali dari luar kota.
Empat pos pemantauan dalam tol pun sudah digelar sebagai ‘tameng utama’ menghadapi serbuan arus balik.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menegaskan bahwa hingga siang hari belum tampak lonjakan signifikan kendaraan yang mengarah ke Jakarta.
Sistem traffic counting bahkan mencatat jumlah kendaraan yang masuk dan keluar masih seimbang.
“Sampai dengan saat ini belum terlihat peningkatan volume arus balik. Diperkirakan nanti malam mulai terlihat, dan puncaknya besok (Sabtu),” kata Komarudin kepada wartawan, Jumat (2/1).
Untuk memastikan arus balik berjalan mulus, empat pos dalam kota disiagakan di titik-titik strategis jalur tol Cikunir, Halim, Tegal Parang, dan Semanggi.
Ia memastikan seluruh personel telah disiagakan untuk menyambut potensi lonjakan kendaraan yang diprediksi memuncak dalam 24 jam ke depan.
“Kami siagakan dan menambah 4 pos dalam tol, termasuk rencana rekayasa lalu lintas di Cikunir, Halim, Tegal Parang, dan Semanggi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan proyeksi mengejutkan sebanyak 2,8 juta kendaraan diprediksi akan masuk Jakarta pada 3–4 Januari. Gelombang besar itu berasal dari dua koridor utama Trans Jawa dan akses Sumatera.
Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait work from anywhere (WFA) cukup mengubah pola pergerakan masyarakat, menggeser puncak arus balik yang sebelumnya diprediksi terjadi pada 2 Januari.
“Dengan kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan 2 Januari, kemungkinan bergeser ke 4 Januari,” papar Agus beberapa waktu lalu.
Untuk memastikan arus superpadat itu tetap terkendali, Korlantas melakukan penebalan personel di berbagai titik krusial, terutama jalur masuk Jakarta dan kawasan rawan kemacetan.
“Proyeksi arus balik mencapai 2,8 juta kendaraan, sehingga harus dipersiapkan dengan matang,” ujarnya.
Agus menegaskan seluruh elemen kepolisian bersiaga untuk mengelola pergerakan kendaraan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera.
“Semua pergerakan akan menuju Jakarta. Ini harus kita kelola bersama,” tegasnya.
Dengan kesiapan pos pantau, rekayasa lalu lintas, dan ribuan personel tambahan, Jakarta kini menanti gelombang besar kendaraan arus balik yang akan menentukan ritme mobilitas Ibu Kota di awal tahun. (RDN)












