Terseret Arus Ciliwung, Remaja 19 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Deloo.id, Jakarta – Upaya pencarian intensif yang dilakukan Kantor SAR Jakarta bersama Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil.

Seorang remaja bernama Ega Fauzi (19) yang sebelumnya dilaporkan terseret arus dan tenggelam di Kali Ciliwung, wilayah Kebon Pala Tanah Rendah, Jakarta Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/1) pagi.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB di bawah Jembatan Kalijodo, Jakarta Barat, dengan jarak kurang lebih 13 kilometer dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, jasad korban berada dalam posisi terlentang di aliran sungai.

“Korban ditemukan pagi hari ini dan langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi tersebut.

Desiana menjelaskan, proses pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan mengerahkan berbagai metode.

Tim SAR menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, mulai dari lokasi kejadian hingga Banjir Kanal Barat sejauh kurang lebih 12 kilometer.

Selain penyisiran air, petugas juga melakukan pemantauan visual melalui jalur darat serta fokus pada area tumpukan sampah di sepanjang aliran Kali Ciliwung yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.

“Penyisiran dilakukan secara bertahap, baik melalui air maupun darat, untuk memastikan tidak ada area yang terlewat,” jelasnya.

Operasi pencarian melibatkan puluhan unsur SAR gabungan, mulai dari Basarnas Jakarta, BPBD, Damkar, PMI, hingga relawan kemanusiaan dan masyarakat sekitar.

Lebih dari 20 organisasi dan komunitas penyelamat turut ambil bagian dalam upaya pencarian korban.

Sinergi antarinstansi dan relawan menjadi kunci dalam mempercepat proses pencarian di tengah kondisi arus sungai yang cukup deras.

Sebelumnya, pada Minggu (25/1) sekitar pukul 15.30 WIB, korban diketahui berenang bersama enam orang rekannya di aliran Kali Ciliwung. Saat itu, debit air sungai sedang tinggi dan arus mengalir deras.

Nahas, korban diduga kehilangan kendali dan terseret arus hingga akhirnya tenggelam. Rekan-rekan korban sempat berupaya menolong, namun derasnya arus membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai ketika debit air tinggi.

Pihak berwenang mengimbau warga agar tidak berenang atau bermain air di aliran sungai yang berarus deras demi menghindari kejadian serupa. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *