Warning BMKG, 12 Wilayah Jakut Berstatus Siaga Banjir Rob

Deloo.id, Jakarta – Warga pesisir Jakarta Utara diminta waspada! BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang berpotensi menerjang 12 wilayah pesisir mulai 8 hingga 15 Oktober 2025.

Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut akibat kombinasi langka bulan purnama dan perigee momen ketika bulan berada paling dekat dengan Bumi! 🌕🌊

Fenomena Langka: Bulan Dekat Bumi, Air Laut Naik!

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa fenomena astronomi ini menjadi penyebab utama naiknya muka air laut di kawasan pesisir ibu kota.

“Kombinasi bulan purnama dan perigee membuat pasang air laut meningkat signifikan, terutama di pesisir utara Jakarta,” ungkap Yohan, Rabu (8/10/2025).

BMKG memperkirakan puncak rob terjadi pada pertengahan pekan ini, dan ketinggian air dapat meningkat drastis di beberapa titik rendah. Jika bertepatan dengan hujan lokal, genangan bisa lebih parah karena sistem drainase belum optimal.

Daftar Wilayah yang Wajib Siaga

Berikut 12 wilayah rawan rob hasil pemantauan BMKG dan BPBD DKI Jakarta:

Jakarta Utara: Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok.

Kepulauan Seribu: Sejumlah pulau permukiman juga diprediksi terdampak pasang tinggi.

Kawasan-kawasan ini dikenal sebagai langganan rob, terutama saat laut pasang berbarengan dengan curah hujan tinggi.

BPBD Siaga Penuh, Tim Reaksi Cepat Dikerahkan

BPBD DKI Jakarta langsung menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) di berbagai titik. Mereka bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur TNI-Polri untuk berjaga 24 jam.

“Kami sudah siagakan tim di lapangan. Warga diimbau untuk mengamankan barang berharga, kendaraan, dan tetap waspada saat pasang puncak pagi dan malam hari,” ujar Yohan.

Warga juga diminta tidak panik, namun tetap aktif memantau perkembangan cuaca dan segera melapor ke Call Center Jakarta Siaga 112 bila membutuhkan bantuan atau evakuasi.

Pemerintah Kebut Proyek Antirob

Banjir rob kini menjadi ancaman tahunan di pesisir utara Jakarta. Selain disebabkan pasang laut tinggi, masalah ini diperparah oleh penurunan muka tanah (land subsidence) yang mencapai 7–10 sentimeter per tahun di beberapa kawasan.

Pemerintah pusat dan Pemprov DKI terus melanjutkan proyek pengendalian rob, termasuk:

Pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall/NCICD), peninggian jalan-jalan pesisir, dan perbaikan sistem pompa air dan drainase. Semua langkah ini ditujukan agar warga pesisir bisa terhindar dari ancaman rob jangka panjang.

Fenomena banjir rob kali ini menjadi alarm keras akan dampak perubahan iklim global. Naiknya permukaan laut dan menurunnya tanah Jakarta memperbesar ancaman banjir bahkan saat hujan tidak turun.

“Fenomena ini bukan hanya soal pasang laut, tapi juga tanda nyata perubahan iklim yang semakin ekstrem,” ujar Yohan menegaskan. (ADR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *