Deloo.id, Surabaya – PT KAI Commuter mempertegas komitmennya menghadirkan layanan transportasi rel yang semakin luas dan terjangkau dengan rencana pemanjangan Commuter Line Supas dari Surabaya–Pasuruan menjadi Surabaya–Probolinggo.
Langkah ini menjadi salah satu ekspansi layanan terbesar sejak Commuter Line mulai beroperasi di wilayah tersebut pada 2022.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut perpanjangan lintas layanan akan memberi dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Penambahan rute ini diharapkan mendorong perekonomian masyarakat Jawa Timur. Rata-rata volume pengguna Supas saat ini mencapai 4.417 orang per hari. Dengan masuknya Probolinggo, okupansi diproyeksikan semakin meningkat,” kata Karina dalam keterangan pers yang diterima redaksi Deloo.id, Kamis (15/1/2026).
Saat ini Commuter Line Supas menempuh jarak 63 km, dan setelah diperpanjang akan melayani lintas Surabaya – Pasuruan – Probolinggo dengan jarak total 101 km.
Dalam survei yang dilakukan KAI Commuter, rencana pembukaan rute baru ini mendapat sambutan luar biasa. Masyarakat Probolinggo mencatat 100% minat menggunakan layanan Commuter Line.
Stasiun Probolinggo menjadi titik paling menjanjikan dengan potensi 304 pengguna per hari, memanfaatkan letaknya yang strategis di pusat kota dan dekat kawasan industri, perkantoran, sekolah, hingga destinasi wisata.
“Stasiun Probolinggo memiliki potensi tertinggi. Lokasinya strategis dan menjadi simpul aktivitas masyarakat,” jelas Karina.
Menjelang operasional resmi, sejumlah fasilitas penunjang di Stasiun Probolinggo mulai dipersiapkan, termasuk penambahan kanopi area peron, perluasan ruang tunggu, penambahan petugas operasional (loket, keamanan, kebersihan), dan optimalisasi 4 jalur pelayanan dan 2 jalur stabling.
KAI Commuter berharap seluruh penguatan fasilitas ini dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi calon pengguna.
Dari sisi regulasi, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memastikan dukungan penuh terhadap rencana pengoperasian rute baru ini.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, menyampaikan bahwa DJKA terus memantau pemenuhan seluruh kebutuhan pelayanan penumpang, sesuai standar dan aturan yang berlaku.
“Kami kawal prosesnya di lapangan. Jika seluruh syarat terpenuhi, operator segera mengajukan izin operasi,” Arif menuturkan.
Untuk menjaga tarif tetap ramah di kantong, pemerintah juga menyiapkan subsidi Public Service Obligation (PSO) bagi Commuter Line rute Probolinggo.
Selain itu, integrasi transportasi lokal dengan Pemerintah Kota Probolinggo juga dipersiapkan agar konektivitas menuju pusat kota dan kawasan wisata makin mudah.
“Kami mohon dukungan agar operasional Commuter Line ini dapat segera dinikmati masyarakat dari Surabaya maupun Probolinggo,” tambah Arif.
Jika seluruh proses berjalan lancar, perpanjangan Commuter Line Supas ini akan menjadi salah satu lompatan besar layanan kereta komuter di Jawa Timur.
Selain membuka akses mobilitas, rute ini juga diprediksi menjadi penggerak baru sektor wisata dan ekonomi wilayah tapal kuda.
Commuter Line Surabaya–Probolinggo bukan sekadar penambahan jarak — tetapi langkah memperluas peluang. (BYD)












