Deloo.id, Tangerang – Kreativitas dan semangat produktif warga binaan kembali mencuri perhatian publik. Lapas Kelas I Tangerang tampil memukau dalam ajang bazar Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 dengan deretan produk unggulan yang tak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Partisipasi aktif ditunjukkan oleh Lapas Kelas I Tangerang dalam kegiatan Bazar Produk Hasil Karya Warga Binaan yang digelar di Gedung Pengabdian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten pada Jumat (10/4/2026).
Dalam ajang tersebut, Lapas Tangerang memamerkan berbagai produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan, mulai dari batako press ‘Jawara Beton’, keripik tempe, hingga produk hortikultura.
Seluruh produk yang ditampilkan mendapat respons positif dari pengunjung, terlihat dari tingginya antusiasme serta transaksi pembelian yang terjadi di stan pameran.
Keberhasilan ini menjadi cerminan nyata bahwa program pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang kompetitif di pasar. Tidak sekadar keterampilan, warga binaan juga dibekali mental produktif untuk menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
Lebih dari sekadar pameran, pencapaian membanggakan juga ditorehkan melalui kerja sama dengan sektor industri. Sebanyak 8.400 unit batako press ‘Jawara Beton’ hasil produksi warga binaan resmi dikirim ke PT Summarecon Crown Gading pada 8 April 2026.
Kolaborasi ini menjadi bukti konkret bahwa hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi mampu menembus pasar industri dan menghasilkan nilai ekonomi nyata.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian terus dikembangkan untuk memberikan bekal hidup bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang bisa digunakan saat kembali ke masyarakat. Produk seperti Jawara Beton ini adalah bukti bahwa mereka mampu berkarya dan bersaing,” ujarnya baru-baru ini.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan dunia industri menjadi langkah strategis untuk membuka peluang yang lebih luas bagi warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan pihak industri. Ini menjadi jembatan penting agar hasil karya warga binaan memiliki nilai jual dan pengakuan di pasar,” tambahnya.
Kegiatan bazar berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri warga binaan serta memperkuat citra pemasyarakatan sebagai lembaga yang produktif dan berdaya guna.
Dari balik tembok pemasyarakatan, lahir karya yang tak kalah bersaing. Lapas Kelas I Tangerang membuktikan bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah stigma menjadi prestasi kini menghadirkan harapan baru bagi masa depan warga binaan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (BYD)












