Teknologi FLACS Ubah Operasi Katarak Jadi Lebih Presisi

Deloo.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 100 juta orang terdampak katarak pada 2020, dengan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan.

Di Indonesia, katarak menyumbang lebih dari 81 persen kasus kebutaan pada kelompok usia di atas 50 tahun, berdasarkan survei RAAB 2014–2016.

Di tengah urgensi tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan terobosan signifikan melalui teknologi modern Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS), yang diklaim mampu memberikan presisi lebih tinggi, kenyamanan lebih baik, sekaligus hasil penglihatan yang lebih optimal.

Dalam acara Smart Business Lunch 2026, Dr. Nina Asrini Noor, SpM, Dokter Spesialis Mata dan Kepala Divisi Riset JEC Group, menegaskan bahwa dunia medis telah memasuki era baru dalam penanganan katarak.

“Operasi katarak kini bukan hanya menghilangkan kekeruhan lensa. Dengan FLACS dan beragam pilihan IOL modern, pasien bisa mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih sesuai gaya hidup dan kebutuhannya,” ujar Dr. Nina baru-baru ini di Jakarta.

Revolusi FLACS: Presisi Laser untuk Hasil Penglihatan Lebih Tajam

Teknologi FLACS bekerja menggunakan laser femtosecond yang dipandu komputer untuk melakukan tahapan-tahapan penting secara presisi, seperti membuat sayatan kornea, membuka kapsul lensa, memecah lensa keruh secara akurat.

Dengan teknologi ini, operasi katarak memasuki level baru lebih aman, lebih presisi, dan lebih terukur.

“FLACS memberi presisi yang sangat dibutuhkan, terutama saat operasi bertujuan tidak hanya menyembuhkan, tetapi mengoptimalkan penglihatan pasien,” Nina menjelaskan.

Era Baru Lensa Tanam: Penglihatan Disesuaikan dengan Aktivitas Pasien

Seiring semakin majunya teknologi, lensa tanam (intraocular lens/IOL) kini hadir dalam berbagai pilihan, memungkinkan pasien menentukan hasil penglihatan sesuai kebutuhan harian.

1. Lensa Monofokal

Fokus tunggal, biasanya jarak jauh.

Tetap membutuhkan kacamata untuk aktivitas dekat.

Pilihan: aspheric, monofokal plus.

2. Lensa Multifokal

Tiga zona fokus: jauh, menengah, dekat.

Cocok untuk gaya hidup aktif tanpa ketergantungan kacamata.

3. Lensa EDOF (Extended Depth of Focus)

Fokus lebih natural, rentang jauh–menengah.

Cocok untuk aktivitas modern berbasis layar digital.

4. Lensa Toric

Mengoreksi astigmatisme atau mata silinder.

Bisa digabung dengan monofokal, multifokal, maupun EDOF.

Menurut Dr. Nina, pemilihan IOL menjadi elemen kunci dari operasi katarak modern.

“Setiap pasien memiliki kebutuhan visual yang berbeda. Karena itu, pemilihan IOL harus mempertimbangkan aktivitas harian, anatomi mata, hingga gaya hidup,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Pengobatan: Membangun Kembali Kualitas Hidup

Penglihatan yang jelas bukan hanya soal melihat objek dengan lebih baik, tetapi juga menyangkut kemandirian, keamanan, produktivitas, dan rasa percaya diri.

Gangguan akibat katarak mulai dari warna yang memudar, sensitif terhadap cahaya, hingga kesulitan berkendara malam secara langsung menurunkan kualitas hidup.

JEC menegaskan komitmennya bahwa operasi katarak modern harus mampu memulihkan seluruh aspek tersebut. (BTG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *