Deloo.id, Jakarta – Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta resmi menggelar sosialisasi berskala besar mengenai layanan Wartelsus serta pengarahan Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) pada Selasa (19/5), dalam sebuah acara yang diwarnai suasana tegas dan penuh penekanan disiplin.
Lapangan hijau lapas yang biasanya digunakan untuk aktivitas warga binaan seketika berubah menjadi arena konsolidasi besar-besaran untuk meneguhkan komitmen perang total terhadap segala bentuk pelanggaran.
Di hadapan ratusan warga binaan, Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, berdiri tegak memberikan ultimatum keras: tidak ada toleransi untuk narkoba, ponsel ilegal, maupun penipuan.
“Kami ingin Lapas Narkotika Jakarta benar-benar bersih dari HALINAR. Tidak ada ruang, tidak ada celah, tidak ada kompromi. Gunakan Wartelsus sebagai jalur resmi. Jangan main-main dengan aturan,” tegas Syarpani, disambut tatapan serius warga binaan.
Instruksi itu bukan sekadar perintah formal. Nada suara Syarpani memancarkan pesan kuat bahwa lapas sedang berada pada fase penguatan kontrol total untuk menutup setiap potensi celah penyimpangan.
Wartelsus Jadi Senjata Baru Lapas
Usai pengarahan, petugas langsung menggelar sosialisasi intensif mengenai Wartelsus, layanan komunikasi resmi yang diawasi ketat dan menjadi satu-satunya saluran diperbolehkan bagi warga binaan.
Penjelasan demi penjelasan diberikan mulai dari cara pakai, aturan waktu, hingga pengawasan yang ketat memastikan seluruh warga binaan memahami risiko fatal bila tetap bersikeras menggunakan jalur komunikasi ilegal.
Sosialisasi tersebut menjadi penegasan bahwa era ponsel selundupan dan praktik penipuan daring harus berakhir seketika.
Pengawasan Diperketat, Pelanggar Siap Ditindak
Dalam kesempatan itu, Syarpani kembali menegaskan bahwa lapas sudah menyiapkan mekanisme penindakan yang lebih tegas dan cepat terhadap siapapun yang mencoba bermain-main dengan aturan.
“Setiap pelanggaran akan kami tindak. Tidak ada alasan, tidak ada negosiasi,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Lapas Narkotika Jakarta secara gamblang memperlihatkan keseriusannya menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, bersih, dan bebas dari segala bentuk kriminalitas.
Zero HALINAR Dikonfirmasi: Perang Total Dimulai
Kegiatan ini menjadi penanda babak baru dalam manajemen pembinaan di Lapas Narkotika Jakarta. Tidak hanya menutup ruang penyalahgunaan narkoba dan ponsel ilegal, kampanye Zero HALINAR juga diarahkan untuk mencegah penipuan daring yang sering menyeret masyarakat menjadi korban.
Dengan pengawasan diperketat, fasilitas resmi disiapkan, dan instruksi tegas dikeluarkan, lapas memastikan komitmennya:
Zero Narkoba. Zero Handphone Ilegal. Zero Penipuan.
Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa Lapas Narkotika Jakarta tidak sekadar menjalankan pembinaan tetapi sedang membangun benteng kuat untuk memutus aliran kejahatan dari balik jeruji. (BYD)












