Jakarta, 29 September 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui pemenuhan gizi anak usia sekolah, program ini diharapkan dapat memperkuat kesehatan, tumbuh kembang, konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas pendidikan nasional.
Namun, dalam implementasinya terdapat tantangan efektivitas, transparansi, serta kesesuaian dengan kebutuhan siswa. Apabila pengelolaan hanya diserahkan pada Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) atau pihak ketiga, potensi birokrasi berlapis justru dapat memperlambat distribusi dan mengurangi fleksibilitas sekolah dalam merespons kebutuhan nyata siswa.
Untuk itu, SIAGA 98 menilai pengelolaan Program MBG lebih tepat dijalankan melalui Komite Sekolah dengan mengaktifkan fungsi kantin sekolah. Model ini memiliki sejumlah keunggulan:
1. Transparan dan akuntabel – mudah diawasi langsung oleh orang tua, guru, dan masyarakat.
2. Partisipatif – melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, alumni, dan dunia usaha.
3. Efisien dan tepat sasaran – distribusi lebih cepat karena langsung dikelola di sekolah.
4. Pemberdayaan ekonomi lokal – pengadaan bahan pangan diprioritaskan dari petani, nelayan, peternak, dan UMKM sekitar.
5. Sesuai kebutuhan siswa – menu lebih mudah disesuaikan dengan standar gizi sekaligus kearifan lokal.
SIAGA 98 mendorong agar pemerintah, dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN), memposisikan diri sebagai regulator dan pengawas. Tugas pemerintah adalah menetapkan standar gizi, mengawasi kualitas makanan dan penggunaan anggaran, serta memberikan fasilitasi dan insentif bagi sekolah yang berhasil melaksanakan program dengan baik.
Dengan demikian, pola pengelolaan berbasis Komite Sekolah dan Kantin Sekolah akan menjadikan Program MBG lebih efektif, partisipatif, serta membawa manfaat ganda bagi kesehatan anak sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini harus dijalankan dengan tata kelola yang tepat agar benar-benar menyentuh kebutuhan anak bangsa dan memperkuat masa depan pendidikan Indonesia.
Hasanuddin
SIAGA 98
Artikel dibuat langsung oleh pengirim opini ke kolom redaksi Deloopini. Materi opini adalah tanggungjawab milik penulis












