Deloo.id, Jakarta – Warga Kembangan, Jakarta Barat, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pekerja proyek yang tewas bersimbah darah di kamar kontrakannya.
Hanya dalam hitungan jam, polisi berhasil membekuk pelaku berinisial WDW (45), yang ternyata rekan kerja sekaligus teman sekamar korban.
Namun yang mengejutkan, polisi kini menduga pembunuhan ini dipicu oleh gangguan kejiwaan pelaku. Kurang dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan Pekerja Proyek Ditangkap
Kapolsek Kembangan Kompol Moch. Taufik Iksan mengatakan penangkapan dilakukan kurang dari satu hari setelah jasad korban ditemukan, Jumat (3/10/2025).
“Pelaku kami amankan di wilayah Kembangan. Saat diperiksa, perilakunya tampak tidak stabil dan keterangannya sering berubah-ubah,” ujar Kompol Taufik, Rabu (8/10/2025).
Polisi kini tengah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.
“Kami perlu memastikan apakah pelaku memang mengalami gangguan jiwa atau hanya berpura-pura. Pemeriksaan psikiater akan jadi kunci,” tambahnya.
Korban ditemukan tewas di kamar kontrakannya dengan luka tusuk di bagian dada. Dalam olah TKP, polisi menemukan pisau dapur berlumur darah, dua unit ponsel, dan pakaian korban yang masih basah oleh darah.
Semua barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa pelaku baru dua hari bekerja di proyek bangunan yang sama dengan korban.
Karena mengenal mandor, pelaku diperbolehkan menumpang di kamar kontrakan korban yang sudah lebih dulu tinggal di sana lebih dari setahun.
Hubungan keduanya semula baik. Namun malam sebelum kejadian, saksi mendengar pertengkaran hebat dari dalam kamar. Tak lama kemudian, suasana hening hingga korban ditemukan tak bernyawa.
Polisi belum memastikan motif pasti di balik pembunuhan brutal ini. Namun dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau halusinasi yang memicu aksi sadis tersebut.
“Tersangka memberi keterangan yang tidak konsisten. Ada indikasi kuat gangguan mental,” ungkap Taufik.
Selain pemeriksaan medis terhadap pelaku, otopsi jenazah korban juga telah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian dan memperkuat bukti hukum.
Taufik menambahkan, kecepatan pengungkapan kasus ini tak lepas dari kerja sama solid antara unit Reskrim Polsek dan peran aktif warga yang memberi informasi penting tentang keberadaan pelaku.
“Berkat informasi masyarakat, pelaku bisa kami ringkus dalam waktu kurang dari 24 jam,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik sepele di lingkungan kerja bisa berubah jadi tragedi jika tak terkendali.
“Kami imbau masyarakat untuk peka terhadap potensi konflik di sekitar tempat tinggal maupun proyek kerja,” tutup Kompol Taufik. (ADR)












