Deloo.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan era digital.
Hal itu disampaikan Kasad saat memberikan ceramah kebangsaan bertajuk ‘Peran Mahasiswa Dalam Memperkuat Karakter Bangsa’ di Auditorium Zamrud Khatulistiwa, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang bertujuan menanamkan semangat nasionalisme, disiplin, dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda.
“Mahasiswa adalah agen perubahan, penjaga nilai kejuangan, calon pemimpin masa depan, sekaligus kontrol sosial bagi bangsa ini,” tegas Jenderal Maruli dengan suara berwibawa di hadapan ratusan mahasiswa baru.
Empat Pilar Mahasiswa: Agent of Change hingga Guardian of Values
Dalam paparannya, Kasad menjelaskan empat komponen penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu menjadi kekuatan moral dan intelektual bangsa, yakni Agent of Change – motor perubahan sosial dan inovasi, Guardian of Struggle Values – penjaga nilai-nilai perjuangan dan kejuangan bangsa, Future Leader – generasi penerus yang membawa masa depan Indonesia, Social Control – pengawal moral masyarakat terhadap isu sosial dan kebangsaan.
Jenderal Maruli juga mengulas peran historis mahasiswa dan pelajar Indonesia yang sejak masa penjajahan telah menjadi motor kebangkitan nasional. Ia mengajak generasi muda meneladani semangat juang para pemuda 1928 dan perintis kemerdekaan.
“Dengan keterbatasan komunikasi dan ilmu, para pendiri bangsa mampu merumuskan konsep negara yang 90 persen masih relevan hingga kini. Itu luar biasa,” ujarnya dengan nada reflektif.
Waspadai Arus Negatif Media Sosial
Kasad juga berpesan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh provokasi dan informasi menyesatkan di media sosial yang dapat memecah belah bangsa.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, integritas moral, dan semangat kebangsaan adalah benteng utama menghadapi disinformasi dan pengaruh destruktif di ruang digital.
“Media sosial bisa jadi alat pembangunan, tapi juga alat penghancur jika disalahgunakan. Mahasiswa harus menjadi filter moral bangsa,” tegasnya.
TNI AD dan STIH Adhyaksa Jalin Sinergi Pendidikan Hukum
Kerja sama antara TNI Angkatan Darat dan STIH Adhyaksa resmi terjalin sejak 18 September 2025. Kolaborasi ini meliputi pemberian beasiswa bagi prajurit TNI berprestasi serta pengembangan riset di bidang hukum dan tata negara.
Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Kasad yang dinilai memberikan inspirasi besar bagi para mahasiswa baru.
“Kehadiran Bapak Kasad memberikan motivasi dan semangat bela negara bagi mahasiswa kami untuk menjadi generasi tangguh dan berintegritas,” ujarnya.
Ke depan, STIH Adhyaksa bersama TNI AD akan mengembangkan program riset hukum militer sebagai kajian unggulan untuk memperkuat sinergi akademik dan pertahanan nasional. (RDN)












