Bus di Terminal Giwangan Dipastikan Aman Layani Pemudik Nataru

Deloo.id, Yogyakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan turun langsung meninjau Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, Selasa (14/10), untuk memastikan seluruh fasilitas dan armada bus siap melayani lonjakan penumpang.

“Kami mengecek langsung fasilitas terminal mulai dari ruang tunggu, tempat naik dan turun penumpang, toilet, tempat ibadah, hingga area UMKM. Semua harus siap melayani masyarakat dengan nyaman,” ujar Aan Suhanan di lokasi.

Selain meninjau fasilitas, Dirjen Aan juga memimpin inspeksi keselamatan (ramp check) terhadap sejumlah armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP). Hasilnya? Seluruh bus dinyatakan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

“Kami apresiasi para operator yang menjaga kondisi armadanya dengan baik. Semua bus yang kami periksa dalam keadaan prima dan siap mengangkut penumpang,” tegas Aan.

Namun, ia mengingatkan agar perusahaan otobus tak hanya fokus pada kendaraan, tapi juga memperhatikan kesiapan fisik pengemudi.

“Pastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan cukup istirahat. Bila perlu, siapkan pengemudi cadangan, terutama saat masa libur panjang,” Aan menuturkan.

Terminal Tipe A Giwangan sendiri merupakan terminal terbesar di Indonesia yang menjadi simpul perjalanan bus dari berbagai kota besar di Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Hingga September 2025, terminal ini telah melayani lebih dari 1,7 juta penumpang untuk angkutan AKAP, AKDP, dan angkutan perkotaan.

Berdasarkan data operasional, rata-rata kedatangan bus AKAP: 11.992 armada/bulan. Keberangkatan AKAP: 11.867 armada/bulan, Kedatangan AKDP: 1.128 armada/bulan, Keberangkatan AKDP: 1.126 armada/bulan, Kedatangan angkutan perkotaan: 8.178 armada/bulan, dan Keberangkatan angkutan perkotaan: 8.029 armada/bulan.

Angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya Terminal Giwangan sebagai nadi transportasi darat di Yogyakarta dan Indonesia bagian selatan.

Aan berharap Terminal Giwangan mampu menjadi contoh pelayanan publik yang berstandar tinggi, terutama dalam menghadapi arus mudik dan balik Natal–Tahun Baru.

“Terminal ini harus menjadi simpul transportasi yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat yang ingin berlibur ke Yogyakarta,” pungkasnya optimistis. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *