Deloo.id, Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat menerima donasi fantastis senilai Rp 1,5 miliar, hasil penggalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), TP PKK, dan APDESI Kabupaten Tangerang.
Donasi itu diserahkan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyai Rasyid kepada Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, di Markas PMI Pusat.
Dalam suasana haru dan penuh empati, Bupati Maesyai menegaskan bahwa tragedi banjir dan longsor di Sumatera telah menggugah kepedulian seluruh masyarakat Tangerang.
“Kami melihat berita di televisi, membaca laporan lapangan, dan hati kami tergerak. Ini tahap pertama Rp1,5 miliar. Penggalangan berikutnya segera kami susun,” ujar Maesyai di Kantor PMI, Rabu (9/12/2025).
Ia menyampaikan harapan agar upaya kolektif ini mampu mempercepat pemulihan warga terdampak. “Kita ingin saudara-saudara kita bangkit kembali, secepat mungkin,” katanya.
Komitmen Kabupaten Tangerang tak berhenti pada bantuan dana. Relawan PMI Tangerang telah diterjunkan sejak awal, dan dalam dua hari mendatang akan menyusul gelombang relawan tambahan yang siap memperkuat operasi kemanusiaan di tiga provinsi terdampak.
Acara penyerahan donasi juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PMI A.M. Fachir serta para kepala unit kerja PMI Pusat, menandai tingginya perhatian institusi terhadap bencana berskala besar ini.
Di sisi lain, lanjut Maesyai, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengulas serius kondisi di lapangan. Ribuan warga kini bergantung pada suplai air bersih.
“Terima kasih atas donasinya. Air bersih adalah kunci hidup. Tanpa itu, makanan sekalipun tak bisa dimasak. Banyak pipa rusak, dan PMI telah mengoperasikan sembilan unit penjernih air di tiga provinsi. Kami memperkirakan total kebutuhan operasi mencapai Rp100 miliar,” Maesyai menuturkan.
Donasi dari Kabupaten Tangerang akan dialokasikan untuk respon darurat PMI mulai dari distribusi air bersih, layanan kesehatan, dapur umum, penjernihan air, hingga logistik vital untuk masyarakat yang masih terisolasi.
Dari Tangerang untuk Sumatera dukungan mengalir deras, menjadi bukti bahwa di tengah bencana terbesar, solidaritas Indonesia tetap menjadi kekuatan paling gemuruh. (RDN)












