Lalin Libur Nataru Kali Ini Terkendali, Kecelakaan Turun 27 Persen

Deloo.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyebut seluruh pergerakan masyarakat selama periode libur berlangsung lancar, terkendali, dan menunjukkan tren keselamatan yang meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, saat melakukan pemantauan langsung arus lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Minggu (4/1) malam.

“Sejak 18 Desember 2025 hingga hari ini, pelaksanaan angkutan Nataru berjalan baik dan lancar. Ada peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran dibanding tahun sebelumnya. Ini hasil kolaborasi seluruh pihak,” ujar Aan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengaturan lalu lintas, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, operator tol, hingga petugas lapangan di titik-titik rawan kemacetan.

Aan menegaskan bahwa pengaturan pembatasan angkutan barang serta rekayasa lalu lintas di jalan tol dan penyeberangan yang diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00.

“Setelah itu, seluruh aktivitas transportasi kembali berjalan normal,” Aan menuturkan.

Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan laporan positif terkait keselamatan lalu lintas.

Menurutnya, fatalitas kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia turun 27,12 persen, sementara jumlah kasus kecelakaan secara keseluruhan menurun 7 persen.

“Jalan tol, arteri, kawasan wisata, dan rumah ibadah terpantau terkendali. Tahun lalu ada tiga peristiwa menonjol, tahun ini hanya satu. Evaluasi penyelenggaraan Nataru berjalan lancar,” jelas Agus.

Dari sisi pengelolaan tol, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono melaporkan bahwa hingga Minggu siang, terpantau 2,85 juta kendaraan sudah kembali melalui seluruh akses jalan tol menuju Jakarta.

Angka itu telah mencapai 98 persen dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan.

“Angkanya sudah sesuai proyeksi. Dominasi pergerakan masih dari arah Timur sebesar 46 persen, kemudian Barat 29,2 persen, dan Bogor 23 persen,” kata Rivan.

Pada arus dari sisi Timur, pergerakan kendaraan kembali terbagi antara Trans Jawa (50 persen) dan Bandung (49 persen).

Rivan juga membeberkan data dua hari dengan mobilitas tertinggi, yakni 20 Desember 2025 (189 ribu kendaraan) dan 24 Desember 2025 (201 ribu kendaraan).

Ia memastikan arus balik dari arah Trans Jawa menuju Jakarta pada Minggu malam berlangsung stabil. Titik pertemuan KM 66 pun terpantau landai sehingga skema contra flow tidak diperlukan.

Menjelang penutupan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 pada 5 Januari 2026, seluruh instansi berharap masyarakat yang masih dalam perjalanan kembali dapat tiba dengan selamat dan lancar.

Dengan penurunan angka kecelakaan, arus balik yang stabil, serta koordinasi lintas instansi yang dinilai solid, evaluasi Nataru tahun ini disebut menjadi acuan penting untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran mendatang. (RDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *