Deloo.id, Sukabumi – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi menandai peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 dengan menghadirkan terobosan pelayanan publik berbasis inovasi dan empati sosial.
Dua layanan unggulan, Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Imigrasi Corner, resmi diperkenalkan sebagai wujud komitmen Imigrasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Meski sebelumnya dirancang meriah, kegiatan syukuran HBI ke-76 dilaksanakan secara sederhana menyusul instruksi langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di berbagai daerah Indonesia.
Kesederhanaan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan peringatan HBI ke-76 yang mengusung tema nasional ‘Imigrasi Berbakti – Indonesia Maju’.
Rangkaian acara di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi diawali dengan mengikuti puncak syukuran Hari Bhakti Imigrasi ke-76 secara daring, yang dipusatkan di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), Tangerang, dan diikuti serentak oleh seluruh satuan kerja Imigrasi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menegaskan bahwa tema HBI tahun ini mencerminkan pengabdian Imigrasi dalam mendukung pembangunan nasional melalui pelayanan keimigrasian yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Puncak acara nasional juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman, pencanangan zona integritas, penyerahan simbolis Global Citizen of Indonesia (GCI), serta peresmian 18 kantor imigrasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Di Sukabumi, acara syukuran yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Jalan Lingkar Selatan No. 7, Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Henki Irawan, Senin (26/1/2026).
Sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian insan Imigrasi, dilakukan pemotongan nasi tumpeng.
Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Iis Kartini, staf pelayanan paspor yang akan memasuki masa purnabakti, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas selama bertugas.
Selain itu, Henki Irawan juga menyerahkan satu unit sepeda kepada Kepala Desa Kadudampit, Iif Firdaus, selaku Kepala Desa Binaan Imigrasi.
Program Desa Binaan Imigrasi merupakan inovasi strategis untuk meningkatkan pemahaman hukum keimigrasian di tingkat desa.
Melalui program ini, Imigrasi juga membangun sistem early warning guna mencegah potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), bekerja sama dengan perangkat desa setempat.
Pada tahun 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi mengusung motto ‘Kerja Pakai Hati, Berbagi Sepenuh Hati’. Motto ini menegaskan arah transformasi Imigrasi yang mengedepankan pelayanan humanis, berbasis digital, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Imigrasi terus berinovasi melalui digitalisasi layanan, modernisasi infrastruktur (termasuk penambahan autogate), penegakan hukum keimigrasian, serta penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal guna mendukung iklim investasi nasional.
Logo baru Imigrasi juga mencerminkan filosofi ‘Guard and Guide’ melindungi sekaligus membimbing masyarakat.
Dalam wawancara eksklusif bersama media, Henki Irawan menyampaikan bahwa HBI ke-76 menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik.
“Syukuran ini menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang responsif, humanis, dan bertanggung jawab. Kami mohon dukungan semua pihak agar Imigrasi Sukabumi semakin dipercaya masyarakat,” ujar Henki.
Mall Pelayanan Publik (MPP) Pelabuhan Ratu, untuk memudahkan warga Kabupaten Sukabumi mengurus paspor tanpa harus ke pusat kota.
Imigrasi Corner Universitas Nusa Putra, layanan keimigrasian bagi mahasiswa dan warga negara asing, yang menjadi satu-satunya Imigrasi Corner di Sukabumi.
“Kami menjaga kearifan lokal dan mendekatkan pelayanan. Ini komitmen kami agar Imigrasi benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkas Henki. (BYD)












