Program MBG Dipuji, Petani dan Nelayan Ikut Merasakan Manfaat

Deloo.id, Jakarta – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mulai menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Presiden BEM Nusantara wilayah DKI Jakarta, Imran Ghifari, menilai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi petani dan nelayan di wilayah Banten.

Hal tersebut disampaikan Imran dalam diskusi bertajuk ‘Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa’ yang digelar oleh Jakarta Journalist Center, Jumat (6/3/2026).

Menurut Imran, kritik terhadap kebijakan publik merupakan hal yang wajar dalam tradisi akademik. Namun ia mengingatkan agar kritik tidak hanya berfokus pada satu sisi persoalan, melainkan melihat dampak kebijakan secara lebih luas.

“Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh hanya melihat apa yang terjadi di Jakarta saja. Kita harus mengkaji kebijakan dengan perspektif yang lebih komprehensif,” ungkap Imran dalam diskusi.

Imran mengungkapkan dirinya sempat melihat langsung implementasi program MBG di masyarakat. Dari pengamatannya, para petani dan nelayan di Banten justru menyambut baik program tersebut.

Menurutnya, program MBG membantu membuka jalur distribusi hasil produksi pangan masyarakat lokal.

“Petani dan nelayan di Banten cukup mengapresiasi program ini karena hasil panen dan tangkapan mereka dapat terserap untuk mendukung kebutuhan program makanan bergizi,” jelasnya.

Ia menilai dampak ekonomi dari program tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh pelaku sektor pangan di daerah.

Meski memberikan apresiasi, Imran menegaskan bahwa kritik terhadap program MBG tetap diperlukan sebagai bagian dari pengawasan publik.

Bagi kalangan akademisi, kritik bertujuan memperkuat kualitas kebijakan, bukan untuk melemahkan program pemerintah.

“Kritik yang disampaikan bukan untuk menolak atau melemahkan program, tetapi memastikan tata kelola, transparansi, serta keberlanjutan program berjalan sesuai dengan tujuan awalnya,” katanya.

Imran juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program MBG dalam jangka panjang. Ia berharap program tersebut tidak berhenti hanya karena perubahan kepemimpinan nasional setiap lima tahun.

Menurutnya, program yang memiliki dampak sosial dan ekonomi luas seharusnya dapat menjadi kebijakan berkelanjutan yang tetap dijalankan oleh pemerintahan berikutnya.

“Harapannya, program ini dapat terus berjalan sebagai kebijakan strategis yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” Imran menambahkan.

Selain Imran Ghifari, diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain yang membahas prospek ekonomi nasional serta dampak program MBG.

Di antaranya adalah pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, serta Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Muhammad Natsir.

Diskusi ini menjadi ruang dialog antara akademisi, aktivis mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dalam menilai arah kebijakan ekonomi nasional sekaligus menyoroti peran program sosial pemerintah sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *