Deloo.id, Jakarta – Dalam sebuah langkah yang tak sekadar simbolis, Lapas Kelas IIA Cibinong memantapkan program pembinaan kemandirian di sektor peternakan melalui pemeriksaan kesehatan hewan ternak.
Kegiatan yang dilakukan Kamis (7/5/2026) ini bukan hanya soal menjaga kesehatan domba, tapi juga membuka gerbang pendidikan praktis dan pembentukan karakter bagi Warga Binaan.
Program ini melibatkan tim profesional dari Vetopet Cibinong, yang turun langsung mengecek 12 ekor domba budidaya di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Lapas memastikan setiap hewan dalam kondisi sehat, produktif, dan siap jadi bagian pembelajaran nyata.
Kesehatan Hewan, Pendidikan Manusia
Lebih dari sekadar rutinitas pemeriksaan, kegiatan ini diformulasikan sebagai kelas hidup bagi para Warga Binaan. Para peserta tidak hanya mengamati, tetapi terlibat langsung dalam proses pemeriksaan: dari pengecekan fisik hewan, pemberian vitamin, pengaturan pola makan sampai menjaga kebersihan kandang.
“Kami ingin program peternakan ini menjadi lebih dari sekadar budidaya, tapi menjadi kelas keterampilan hidup yang riil,” tegas Wisnu Hani Putranto, Kepala Lapas Cibinong dalam akun IG @lapas2acibinong, Minggu (10/5/2026).
Lebih dari Ternak: Disiplin, Tanggung Jawab, dan Kemandirian
Wisnu menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan bukan semata soal produksi pangan, tetapi bagian integral dari pembinaan karakter dan kemandirian Warga Binaan.
“Program peternakan ini tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan bagi Warga Binaan. Pemeriksaan kesehatan rutin penting agar pembinaan terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pembinaan yang berkelanjutan ini diharapkan bisa menjadi bekal produktif setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan yang dipelajari di kandang bukan hanya memberi kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Domba Jadi Guru Kehidupan
Melalui program ini, Lapas Cibinong berhasil menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih manusiawi, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Warga Binaan tidak lagi hanya menunggu masa bebas, tetapi aktif belajar di setiap fase kehidupan di dalam lapas.
Apa yang terjadi di kandang domba kini menjadi cerita tentang harapan baru, peluang, dan perubahan nyata. Ini bukan sekadar soal ternak, tapi soal bagaimana setiap individu mampu bangkit, belajar, dan bersiap menghadapi dunia luar dengan keterampilan, tanggung jawab, dan kemandirian. (BYD)












