Turnamen E-Sport Raksasa Polda Metro Jaya Bidik 8.320 Gamers

Deloo.id, Jakarta – Polda Metro Jaya resmi menyiapkan Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026, sebuah kompetisi berskala besar yang digadang-gadang menjadi panggung lahirnya atlet-atlet e-sport masa depan Indonesia.

Mengusung tema “Dream to Become”, ajang ini menjadi bagian dari rangkaian menuju E-Sport Tournament Kapolri Cup 2026 yang akan mempertemukan para gamer terbaik dari seluruh Indonesia.

Turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi permainan digital. Polda Metro Jaya menempatkannya sebagai ruang pembinaan generasi muda yang menggabungkan kreativitas, teknologi, disiplin, dan sportivitas dalam satu arena kompetitif.

Dengan target partisipasi mencapai 1.664 tim atau sekitar 8.320 peserta, turnamen ini menjadi salah satu kompetisi e-sport terbesar yang pernah digelar dalam lingkungan Polri.

Dari Polres hingga Panggung Nasional

Kompetisi akan berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, kemudian berlanjut ke tingkat Polda hingga Grand Final Nasional.

Setiap Polres akan menggelar babak kualifikasi untuk menentukan tim terbaik yang berhak melaju ke tingkat berikutnya.

Para juara tingkat Polda nantinya akan menjadi delegasi resmi menuju Kapolri Cup 2026, membawa nama daerah masing-masing dalam persaingan nasional.

Format pertandingan dirancang kompetitif dengan sistem single elimination, menggunakan format Best of Three (BO3) pada fase awal dan Best of Five (BO5) pada babak semifinal serta final.

Untuk menjaga integritas kompetisi, panitia menyiapkan pengawasan ketat melalui wasit profesional, sistem pengawasan pertandingan, serta sanksi tegas bagi peserta yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk penggunaan aplikasi ilegal atau praktik kecurangan lainnya.

Polri Ingin E-Sport Jadi Ruang Prestasi Anak Muda

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam dunia e-sport merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas positif generasi muda yang mampu menghasilkan prestasi sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.

Menurutnya, perkembangan industri e-sport saat ini telah menjelma menjadi fenomena global yang membutuhkan ruang pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.

“Turnamen ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif,” ungkap Budi, Kamis (18/6).

“Kami ingin e-sport menjadi ruang prestasi, bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana membangun sportivitas, disiplin, dan semangat kompetisi yang sehat,” tambahnya.

Ia menambahkan, melalui kompetisi ini Polri ingin membangun kedekatan dengan generasi digital sekaligus mengajak anak muda memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan menggunakan teknologi secara bijak. Mari jadikan e-sport sebagai ruang positif untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

E-Sport Jadi Instrumen Pembinaan dan Ekonomi Kreatif

Selain mencetak atlet berprestasi, turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem e-sport nasional yang kini berkembang pesat.

Industri gim kompetitif tidak hanya melahirkan atlet profesional, tetapi juga membuka peluang karier sebagai pelatih, analis, caster, content creator, hingga pelaku industri kreatif digital.

Melalui Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026, Polda Metro Jaya berharap mampu menghadirkan ruang kompetisi yang sehat, mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

Selain itu, melahirkan generasi muda yang kompetitif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *