UBSI Gandeng PKBM Sapta Kreatif Genjot Konten Kreasi Tembus Era Digital

Deloo.id, Jakarta – Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Pemanfaatan Media Sosial untuk Brand Awareness, bekerja sama dengan PKBM Sapta Kreatif Jakarta Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) itu menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya memperkuat identitas digital lembaga pendidikan nonformal agar semakin dikenal masyarakat.

Ketua PKBM Sapta Kreatif, Hendy Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi para pengelola lembaga dalam menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini didominasi platform digital.

“Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan. PKBM bergerak di bidang pendidikan nonformal sehingga kami harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kami berharap masyarakat semakin mengenal PKBM Sapta Kreatif melalui media digital,” ujar Hendy dalam siaran pers, Senin (13/7/2026).

Ketua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Pramelani, menilai antusiasme peserta menjadi indikator bahwa literasi digital masih sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan masyarakat.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik membuat konten media sosial, optimalisasi Google Location, hingga diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta.

“Semangat peserta luar biasa. Mereka aktif bertanya, mencoba langsung membuat konten, hingga mempraktikkan berbagai strategi digital. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap literasi digital memang semakin tinggi,” kata Pramelani.

Ia berharap kerja sama antara UBSI dan PKBM Sapta Kreatif dapat terus berlanjut melalui berbagai pelatihan lain yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, tutor pelatihan Wulan Muhariani menjelaskan materi difokuskan pada strategi membangun citra lembaga melalui media sosial secara efektif, profesional, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan media sosial saat ini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi etalase utama sebuah organisasi di mata publik.

“Media sosial adalah wajah pertama yang dilihat masyarakat. Karena itu lembaga harus mampu membangun identitas digital yang positif, memahami strategi publikasi, serta mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam mengelola konten,” jelas Wulan.

Suasana pelatihan semakin hidup melalui sesi praktik, tanya jawab, pembagian hadiah, hingga hiburan musik yang dipandu dosen dan mahasiswa UBSI. Salah satu peserta bahkan tampil menyumbangkan lagu sehingga menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Di akhir kegiatan, panitia juga menyebarkan kuesioner evaluasi kepada peserta. Mayoritas peserta memberikan respons positif dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan materi pengembangan digital yang lebih luas.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi PKBM Sapta Kreatif untuk memperkuat eksistensinya di ruang digital sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan kepada masyarakat. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *