KAI: Peran Besar Kereta Api Menyambung Pelabuhan, Kota, hingga Pusat Ekonomi Nasional

Deloo.id, Jakarta – Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2026 menjadi momentum bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menegaskan bahwa konektivitas Indonesia tidak hanya dibangun dari jalur laut.

Melainkan, juga diperkuat oleh jaringan transportasi darat yang menghubungkan pelabuhan dengan kota, kawasan industri, destinasi wisata, hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Sebagai negara kepulauan dengan 17.380 pulau, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang saling terintegrasi.

Di titik inilah kereta api mengambil peran strategis sebagai penghubung perjalanan masyarakat dan distribusi logistik setelah aktivitas penyeberangan maupun pelayaran antarpulau.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Hari Pelaut Sedunia menjadi pengingat bahwa kekuatan konektivitas nasional lahir dari kolaborasi seluruh moda transportasi.

“Di negara kepulauan, perjalanan masyarakat tidak berhenti di pelabuhan,” ungkap Anne, Jumat (26/6/2026).

“Kereta api hadir sebagai penghubung perjalanan dari laut menuju kota, kawasan ekonomi, destinasi wisata, hingga berbagai simpul transportasi lainnya. Inilah bentuk konektivitas yang terus kami perkuat bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Stasiun Dekat Pelabuhan Jadi Penghubung Mobilitas Nasional

KAI mencatat sejumlah stasiun memiliki peran penting sebagai penghubung kawasan pelabuhan di berbagai daerah.

Di Banten, Stasiun Merak menjadi pintu utama masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan Commuter Line Rangkasbitung–Merak telah melayani 1.978.799 pelanggan.

Pertumbuhan mobilitas di lintas tersebut juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari 43,3 juta pelanggan pada 2022 menjadi 77,5 juta pelanggan sepanjang 2025.

Di ujung timur Pulau Jawa, Stasiun Ketapang menjadi simpul transportasi yang terintegrasi dengan Pelabuhan Ketapang menuju Bali. Selama lima bulan pertama 2026, stasiun tersebut melayani 320.232 pelanggan.

Sementara di Jakarta, kawasan Tanjung Priok terus menunjukkan peningkatan mobilitas. Layanan Commuter Line lintas Tanjung Priok–Jakarta Kota melayani 1.468.660 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026, mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan pelabuhan dan pusat ekonomi ibu kota.

Di Semarang, dua stasiun utama yakni Semarang Tawang dan Semarang Poncol mencatat total 3.163.617 pelanggan dalam periode yang sama.

Sedangkan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung melayani 322.451 pelanggan, mendukung mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas logistik di wilayah Sumatera.

Kereta Api Perkuat Rantai Pasok Nasional

Selain melayani angkutan penumpang, kereta api juga menjadi tulang punggung distribusi logistik nasional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI mengangkut 26,48 juta ton barang, didominasi komoditas batu bara sebanyak 21,56 juta ton, diikuti peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), semen, hasil perkebunan, hingga komoditas ritel.

Menurut Anne, kepastian jadwal dan kapasitas angkut kereta api menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

“Kereta api menghadirkan kepastian distribusi barang dengan kapasitas besar dan jadwal yang terukur,” katanya.

“Kelancaran logistik tidak hanya mendukung dunia usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas pasokan barang dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ia menambahkan.

214 Juta Perjalanan dalam Lima Bulan

KAI Group mencatat kinerja positif sepanjang Januari–Mei 2026 dengan melayani 214.045.803 pelanggan, meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 199.663.907 pelanggan.

Angka tersebut menunjukkan transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan masyarakat, baik untuk perjalanan harian, perjalanan antarkota, wisata, maupun sebagai penghubung menuju pelabuhan dan moda transportasi lainnya.

Menutup peringatan Hari Pelaut Sedunia, Anne menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi yang selama ini menjaga konektivitas Indonesia dari laut hingga daratan.

“Pelaut menjaga jalur laut, pekerja pelabuhan memastikan aktivitas kepelabuhanan berjalan, sementara kereta api menghubungkan perjalanan masyarakat dan distribusi barang di darat,” Anne menjelaskan.

“Seluruh elemen ini saling melengkapi untuk menjaga konektivitas Indonesia tetap bergerak,” tambahnya. (BGE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *