Deloo.id, Cilegon – Kantor Imigrasi Cilegon bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten memilih menerjemahkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Senin (10/8/2026), jajaran imigrasi turun langsung menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat di Desa Binaan Kelurahan Cikerai, Yayasan Al-A’raaf Kubang Lesung, dan Yayasan Khozinatul Asrori Arrohimi Warnasari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari bakti sosial sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga prasejahtera di lingkungan sekitar.
Bagi jajaran Imigrasi Cilegon, kegiatan sosial itu bukan sekadar agenda pelengkap peringatan kemerdekaan. Ada pesan yang ingin ditegaskan: kehadiran negara tidak hanya dirasakan melalui pelayanan administrasi, tetapi juga melalui kepedulian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai “Imigrasi untuk Rakyat”, yang mendorong jajaran keimigrasian untuk memperluas kontribusi di luar tugas pelayanan paspor maupun pengawasan orang asing.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron Ichsan, hadir langsung dan memimpin kegiatan bakti sosial tersebut.
Barron mengatakan, kegiatan itu menjadi bentuk pengabdian yang ingin terus didekatkan kepada masyarakat.
“Kegiatan bakti sosial hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati 17-an. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata bakti Kantor Imigrasi Cilegon kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” kata Barron dalam siaran pers, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, transformasi pelayanan keimigrasian harus diikuti dengan perubahan cara institusi membangun hubungan dengan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran dan manfaat dari jajaran Imigrasi. Tidak hanya berkutat pada pelayanan paspor atau pengawasan orang asing, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang nyata dan solutif bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Pemilihan Kelurahan Cikerai sebagai salah satu lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut merupakan Desa Binaan Imigrasi yang selama ini menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Cilegon memperkuat literasi keimigrasian masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Aditya Triputranto, mengatakan keberadaan Desa Binaan memiliki arti strategis, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai migrasi yang aman.
“Kelurahan Cikerai merupakan Desa Binaan Imigrasi yang menjadi mitra strategis Kantor Imigrasi Cilegon dalam memberikan edukasi dan literasi keimigrasian, khususnya terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO,” ujar Aditya dalam siaran pers, Senin (10/8/2026).
Ia menuturkan, bantuan sosial yang disalurkan tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara jajaran Imigrasi dan masyarakat.
“Penyaluran bantuan di Desa Binaan Cikerai serta yayasan di Kubang Lesung dan Warnasari kami harapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi yang selama ini sudah terbangun,” katanya.
Aditya menegaskan, Kantor Imigrasi Cilegon akan terus mengembangkan kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Imigrasi benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga bagaimana institusi dapat memberikan manfaat dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat,” tutur Aditya.
Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain dari institusi keimigrasian. Di tengah tugas menjaga lalu lintas orang keluar dan masuk wilayah Indonesia serta memberikan pelayanan dokumen perjalanan, Imigrasi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa kemerdekaan harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dari Cikerai, Kubang Lesung hingga Wanasari, semangat itu diterjemahkan melalui paket bantuan yang diberikan secara langsung kepada warga.
Kantor Imigrasi Cilegon memastikan komitmen tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Inovasi pelayanan publik, penguatan edukasi keimigrasian, pencegahan TPPO, hingga kegiatan sosial akan terus didorong sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Sebab bagi Imigrasi Cilegon, slogan “Imigrasi untuk Rakyat” bukan sekadar rangkaian kata. Semangat itu harus hadir dalam pelayanan, kepedulian, dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. (BAA)












