Deloo.id, Jakarta – Pianis muda berbakat asal Simalungun, Sumatera Utara, Yonggi Fayden Cordias Purba (16) sukses mengharumkan Merah Putih setelah meraih Juara II kategori Young Artist pada ajang International Piano Professional Association (IPPA) Conero International Piano Competition 2026 yang digelar di Swarthout Recital Hall, University of Kansas, Missouri, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026).
Prestasi tersebut terasa begitu emosional. Yonggi tampil di kompetisi bergengsi dunia itu hanya beberapa bulan setelah kehilangan sang ayah.
Berbekal keteguhan hati dan dukungan penuh dari ibundanya, Eylianti Sumbayak, ia terbang dari Jakarta menuju Amerika Serikat untuk membawa satu misi besar: memperkenalkan karya komponis Indonesia di hadapan juri internasional.
Di babak final, Yonggi memilih membawakan Rapsodia Nusantara No. 10 karya maestro Indonesia Ananda Sukarlan, yang mengangkat tema lagu tradisional Bali “Janger”.
Penampilan berdurasi enam menit itu dipadukan dengan Etude Op. 40 No. 6 “Pastoral” karya Nikolai Kapustin, sehingga memenuhi syarat durasi minimal 12 menit pada babak puncak.
Kedua repertoar tersebut dikenal sebagai karya dengan tingkat kesulitan teknis yang sangat tinggi. Perubahan tempo yang ekstrem, dinamika yang kompleks, serta rentang nada yang luas menjadi tantangan yang harus ditaklukkan setiap pianis.
Usai diumumkan sebagai peraih Juara II, Yonggi mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. “Puji Tuhan saya sangat bersyukur bisa dipercaya meraih Juara II di IPPA Conero International Piano Competition,” ujar Yonggi.
“Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Indonesia. Saya berharap karya-karya komponis Indonesia, khususnya Rapsodia Nusantara, semakin dikenal dan diapresiasi dunia internasional. Pengalaman ini akan menjadi motivasi saya untuk terus belajar dan berkarya,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, membawakan Rapsodia Nusantara bukan sekadar memainkan notasi musik, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia ke panggung dunia.
“Setiap kali memainkan Rapsodia Nusantara, saya merasa sedang menceritakan kekayaan budaya bangsa melalui musik. Itu menjadi tanggung jawab sekaligus kebanggaan bagi saya,” katanya.
Keberhasilan Yonggi tidak diraih dalam waktu singkat. Sebelum tampil di Kansas, ia harus melewati babak preliminary dan semifinal sepanjang 2025 sebagai wakil Southeast Asia Region. Pada dua babak tersebut, Yonggi membawakan Rapsodia Nusantara No. 26, yang terinspirasi dari lagu daerah Nias, Tano Niha.
Yonggi merupakan siswa binaan Devina Novia Ferty di KITA Anak Negeri, Depok. Konsistensinya mendalami berbagai seri Rapsodia Nusantara selama bertahun-tahun menjadi fondasi penting yang mengantarkannya bersaing dengan pianis-pianis muda terbaik dunia.
Ibunda Yonggi, Eylianti Sumbayak, mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa haru melihat perjuangan putranya membuahkan hasil di panggung internasional.
“Saya melihat sendiri bagaimana Yonggi berlatih dengan disiplin setiap hari. Setelah kami kehilangan ayahnya, perjalanan ini menjadi sangat emosional. Kami percaya Tuhan memberikan kekuatan sehingga Yonggi mampu tampil maksimal. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi besar,” tutur Eylianti.
Rapsodia Nusantara No. 10 sendiri dikenal sebagai salah satu karya paling virtuoso dalam rangkaian 44 nomor Rapsodia Nusantara ciptaan Ananda Sukarlan.
Karya tersebut telah mengantarkan banyak pianis Indonesia menorehkan prestasi internasional, termasuk Anthony Hartono di Finlandia dan Dr. Edith Widayani yang menjadikannya sebagai bahan disertasi doktoral di Eastman School of Music, Amerika Serikat.
Prestasi Yonggi juga memperpanjang daftar musisi muda asal Sumatera Utara yang bersinar di panggung musik klasik dunia. Sebelumnya, Calvin Abdiel Tambunan sukses menjadi pemenang utama Ananda Sukarlan Award 2020 dan meraih Juara III Sydney International Piano Competition 2021.
Pada Agustus 2026 mendatang, Medan juga dijadwalkan menjadi salah satu dari 11 kota penyelenggara Kompetisi Piano Nusantara Plus, kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia. Para juara dari ajang tersebut akan memperoleh Golden Ticket menuju babak final Ananda Sukarlan Award 2027.
Dalam kompetisi IPPA Conero 2026, penampilan para finalis dinilai oleh jajaran juri internasional yang terdiri atas Lorenzo Di Bella, Yong Hi Moon, Wei-Han Su, Scott McBride Smith, Nancy Weems, Jack Winerock, dengan Dr. Hye-Jung Hong sebagai President of Jury.
Berikut daftar pemenang kategori Young Artist IPPA Conero 2026:
– Juara I: Emilie Zhai (Kanada)
– Juara II: Yonggi Fayden Cordias Purba (Indonesia)
– Juara III: Yoav Ovrutsky (Amerika Serikat)
Keberhasilan Yonggi menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu berdiri sejajar dengan pianis-pianis terbaik dunia. Di usia 16 tahun, ia tidak hanya menghadirkan permainan piano berkelas internasional, tetapi juga membawa nama Indonesia dan kekayaan musik Nusantara menggema di panggung dunia. (ELN)












