Bikin Heboh, ‘Jude Bellingham’ Muncul di Lapas Serang Usai Inggris Tersingkir

Deloo.id, Serang – Jagat media sosial dibuat heboh oleh unggahan Instagram Lapas Kelas IIA Serang yang memperlihatkan bintang Timnas Inggris sekaligus gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, duduk bersila mengikuti pengajian bersama warga binaan.

Sepintas, foto tersebut tampak sangat meyakinkan. Bellingham terlihat berada di tengah-tengah warga binaan, mengikuti pengajian malam Jumat dengan suasana yang khusyuk.

Unggahan itu disertai caption yang mengundang senyum warganet. “Dipulangkan Argentina, Bellingham mampir ke pengajian di Lapas Serang untuk menenangkan hati,” tulis unggahan di akun Instagram @lapas_serang, Jumat (17/7/2026).

Namun, foto tersebut bukan dokumentasi nyata, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dibuat oleh tim Humas Lapas Kelas IIA Serang sebagai konten kreatif untuk merespons euforia Piala Dunia 2026 sekaligus mempromosikan kegiatan pembinaan kepribadian di dalam lapas.

Kreativitas tersebut langsung mencuri perhatian pengguna media sosial. Banyak warganet mengaku terhibur karena hasil visual AI tampak sangat realistis. Bahkan, tidak sedikit yang sempat mengira Bellingham benar-benar datang ke Lapas Serang.

Dalam rangkaian unggahan itu, sosok Bellingham juga digambarkan ikut berbagi mi instan kepada warga binaan sebagai simbol kebersamaan setelah “tersingkir” dari Piala Dunia 2026.

Meski bersifat fiktif, kegiatan pengajian yang ditampilkan merupakan aktivitas pembinaan kepribadian yang benar-benar rutin dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Serang. Hanya sosok Jude Bellingham dalam foto tersebut yang merupakan hasil visual AI.

Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Elieser Indra Kharisma, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), serta jajaran petugas yang mendampingi warga binaan dalam penguatan mental dan spiritual.

KPLP Lapas Kelas IIA Serang Elieser Indra Kharisma mengatakan pemanfaatan teknologi AI dilakukan sebagai bagian dari strategi komunikasi publik agar kegiatan pembinaan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa pembinaan di dalam lapas berlangsung secara positif, tetapi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menghibur,” ungkap Elieser.

“Karena itu kami memanfaatkan teknologi AI sebagai media edukasi, bukan untuk menyesatkan publik. Pada dasarnya yang ingin kami tampilkan adalah kegiatan pengajian yang memang rutin dilaksanakan oleh warga binaan,” lanjutnya.

Menurutnya, inovasi digital menjadi salah satu cara agar informasi mengenai program pembinaan tidak terkesan monoton dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

“Teknologi harus dimanfaatkan secara positif. Harapan kami, masyarakat bisa melihat bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat membangun karakter, memperkuat nilai spiritual, dan mempersiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat,” katanya.

Konten tersebut dibuat bertepatan dengan momen semifinal Piala Dunia 2026, ketika Inggris harus mengakhiri langkahnya usai kalah dari Argentina. Seusai pertandingan, Jude Bellingham menjadi sorotan karena terlihat emosional saat meninggalkan lapangan.

Momentum itulah yang kemudian diangkat secara kreatif oleh tim Humas Lapas Serang melalui narasi satir yang membayangkan Bellingham memilih “menenangkan hati” dengan mengikuti pengajian bersama warga binaan.

Respons positif pun mengalir di kolom komentar. Banyak pengguna media sosial memberikan apresiasi atas kreativitas tim Humas Lapas Serang yang dinilai mampu mengemas kegiatan pembinaan menjadi lebih segar, menghibur, dan relevan dengan isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Melalui pendekatan tersebut, Lapas Kelas IIA Serang menunjukkan bahwa inovasi komunikasi publik dapat berjalan berdampingan dengan fungsi pembinaan.

Di balik unggahan yang mengundang senyum, tersimpan pesan bahwa proses pemasyarakatan terus bergerak menuju pola komunikasi yang lebih terbuka, edukatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *