Lapas Serang Panen Blewah dan 10 Varietas Anggur

Deloo.id, Serang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang kembali mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui panen blewah dan anggur yang dibudidayakan di area pertanian lapas sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan keterampilan warga binaan.

Kegiatan panen tersebut melibatkan warga binaan secara aktif mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Stiven mengatakan program pertanian yang dijalankan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Program pembinaan kemandirian kami arahkan agar warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang nyata. Panen blewah dan anggur ini menunjukkan bahwa melalui proses pembinaan yang berkesinambungan mereka mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai dan produktif,” kata Riko dalam siaran pers, Kamis (16/7).

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan budidaya di Lapas Kelas IIA Serang adalah pengembangan tanaman anggur dengan 10 varietas yang berasal dari berbagai negara. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih inovatif sekaligus memperluas pengetahuan warga binaan di bidang hortikultura.

Menurut Riko, keterlibatan langsung warga binaan dalam setiap tahapan budidaya diharapkan mampu meningkatkan pengalaman praktis, kedisiplinan, dan etos kerja sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Lapas Kelas IIA Serang terus memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal untuk mengembangkan sektor pertanian produktif sebagai bagian dari strategi pembinaan berbasis keterampilan.

Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam bercocok tanam, tetapi juga memahami proses budidaya tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Serang berkomitmen memperluas berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan sehingga mampu mendukung proses reintegrasi sosial, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *