Imigrasi Jakarta Goes to School di SMKN 11, Edukasi Bahaya TPPO

Deloo.id, Jakarta – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat menggelar kegiatan PIMPASA Goes to School di SMK Negeri 11 Jakarta Barat sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pentingnya migrasi yang aman sesuai prosedur.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja, dan dihadiri Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenim Jakarta, Hamdan Muhammad Al Amin, serta jajaran pejabat dan petugas keimigrasian.

Dalam sambutannya, Pamuji Raharja mengatakan generasi muda perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai prosedur migrasi yang aman agar tidak mudah menjadi korban praktik TPPO maupun penyelundupan manusia.

“Kami ingin para pelajar berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan dengan baik, termasuk jika memiliki keinginan untuk belajar atau bekerja di luar negeri.

Namun, semua itu harus dilakukan melalui jalur yang aman dan sesuai prosedur agar terhindar dari berbagai risiko, termasuk praktik perdagangan orang,” ujar Pamuji Raharja.

Ia menambahkan bahwa literasi keimigrasian menjadi penting di tengah tingginya arus informasi di media sosial yang kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan pekerjaan atau pendidikan di luar negeri tanpa dasar yang jelas.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama, mengajak para siswa untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kritis.

“Informasi mengenai paspor, visa, maupun peluang bekerja dan belajar di luar negeri harus diperoleh dari sumber resmi. Imigrasi hadir tidak hanya sebagai penyelenggara layanan, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rakha Sukma Purnama.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Deny Arli, memberikan materi mengenai berbagai modus TPPO yang menyasar pelajar, mulai dari tawaran pekerjaan bergaji tinggi hingga program pendidikan yang tidak memiliki legalitas jelas.

Ia juga menjelaskan tugas dan fungsi keimigrasian dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran keimigrasian yang berpotensi terkait dengan perdagangan orang.

Program PIMPASA (Pencegahan Imigrasi melalui Pemberdayaan dan Sosialisasi Masyarakat) merupakan salah satu strategi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperluas edukasi keimigrasian kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

Melalui pendekatan langsung ke sekolah, Imigrasi berharap para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur keimigrasian, bahaya migrasi nonprosedural, serta pentingnya menjaga keamanan diri ketika menerima tawaran bekerja atau belajar di luar negeri.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mencetak pelajar yang sadar hukum, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menjadi agen informasi keimigrasian di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *